Minggu, 01 Desember 2019

Zona Madina, kawasan Terpadu Untuk Kaum Dhuafa


Jumat yang lalu, saya dan teman-teman blogger diundang ke Zona Madina yang terletak di wilayah Parung, Bogor. Kebetulan kawasan ini tidak terlalu jauh dari tempat saya di Depok, tapi saya memang belum pernah ke tempat ini. Parung dalam bayangan saya masih sepi dan rimbun karena sudah beberapa tahun tidak melewati kawasan ini.

Ternyata saya salah, ketika menyusuri jalan raya Parung sudah begitu ramai dengan berbagai kendaraan. Apalagi saat sampai di zona Madina, yang dikelola oleh Dompet Dhuafa. Saya melihat masjid megah, rumah sakit dengan fasilitas lengkap dan sekolah modern untuk kaum Dhuafa.

Acara pertama digelar di halaman dekat kantin, yaitu talk show tentang kanker payudara. Ini sungguh pengetahuan yang sangat berharga, khususnya bagi perempuan karena penyakit ini banyak menyebabkan kematian.

Hadir sebagai narasumber adalah mbak Tania dari Yayasan Gema Peduli Indonesia. Wanita muda yang trenyuh karena tantenya dahulu menjadi korban penyakit kanker ganas ini. Setelah itu ada komunitas Srikandi yang didirikan oleh para penyintas kanker payudara. Mereka bisa bertahan hidup selama puluhan sejak didiagnosis. Selain itu ada dokter-dokter yang expert di bidangnya.

Satu hal yang menarik adalah gerakan SADARI yang diluncurkan oleh komunitas Srikandi, yaitu memeriksa payudara sendiri. Ada beberapa arahan bagaimana kita bisa menemukan apakah ada benjolan yang merupakan gejala dari kanker payudara, sehingga kita bisa memeriksa sendiri.



Usai talk show, kami diajak mengunjungi sekolah untuk kaum Dhuafa yang ada di seberang. Sekolah SMK yang hanya menampung 40 anak setiap tahun dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka diseleksi dengan ketat dan direkomendasikan oleh sekolah mereka sebelumnya.

Di sini fasilitas lengkap, murid-murid dilatih untuk kreatif dan mandiri. Jam belajar mereka sampai dengan pukul 15.00. Cara belajar tidak seperti kelas biasa, karena meja mereka ditata melingkar agar terjadi interaksi aktif antara guru dan murid.



Murid-murid ini ditempatkan dalam asrama seperti pesantren dengan fasilitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pihak sekolah juga memberikan uang saku untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan juga ongkos pulang ke rumah sekali setahun. Beberapa alumni sekolah ini sudah ada yang berhasil menjadi dokter.



Kemudian kami meninjau Rumah Sakit Terpadu Dompet Dhuafa. Rumah Sakit ini mengingatkan saya dengan RSCM di Jakarta Pusat. Kaum Dhuafa dilayani dengan baik, semua poli lengkap termasuk untuk ibu dan anak-anak. Untuk rawat inap, tersedia 87 tempat tidur.

Rumah Sakit ini dibangun berkat dana wakaf dari para donatur. Karena itu nama-nama donatur diabadikan di dinding Rumah Sakit. Hebatnya, yang menjadi donatur wakaf tidak terbatas usia, ada yang masih pelajar dan mahasiswa, mereka Istiqomah menyumbangkan uang jajan setiap bulan, besarnya variatif, ada yang sebesar Rp. 15.000 sebulan.



Lorong-lorong Rumah Sakit tampak bersih dan terawat. Ruangan-ruangan diberi nama dengan Asmaul Husna, nama-nama indah dari Allah SWT. Kami melihat ruangan-ruangan tersebut dengan seksama. Di ruangan anak terdapat 11 tempat tidur, yang satu untuk isolasi penyakit menular. Ada pojok khusus yang disediakan untuk bermain, dengan mainan seperti luncuran.

Rumah Sakit ini dalam tahap pengembangan di halaman belakang dengan fasilitas lebih modern karena mendapat sumbangan dana dari negara Qatar. Diperkirakan bisa selesai akhir tahun dan mulai digunakan awal 2020 agar semakin banyak anggota masyarakat yang bisa dilayani. Ada sekitar 40 tempat tidur yang bisa menampung pasien rawat inap.



Acara terakhir adalah mengunjungi lokasi UMKM yang terletak di kampung belakang, lokasinya masuk ke dalam. Kami menggunakan odong-odong menuju kampung tersebut melewati gang yang berliku-liku. Di sana ada lahan beberapa hektar yang digunakan untuk membina ekonomi masyarakat setempat.

Usaha ekonomi yang dijalankan adalah pertanian dan perikanan.  Kami melihat kebun singkong dan beberapa tanaman lain. UMKM di sini ternyata lebih fokus pada perikanan, ada budidaya ikan hias dan ikan konsumsi. Mereka memanfaatkan Setu (danau) seluas 14 hektar untuk budidaya ikan. Beberapa kolam untuk budidaya ikan hias, selebihnya adalah budidaya ikan konsumsi seperti patin dan gurame.



Saya berpikir alangkah bagusnya jika kawasan terpadu ini ada di berbagai daerah di Indonesia sehingga bisa membantu rakyat kecil. Mereka bisa hidup secara layak dan sejahtera. Karena itu seharusnya kita menggalakkan dana wakaf untuk kemaslahatan umat, untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Senin, 25 November 2019

Sunrise Spektakuler Dari Jendela Kamar Hotel Alana Solo


Jarang sekali saya mendapati pemandangan matahari terbit yang sangat indah. Jujur saja, saya penikmat sunset. Saya lebih banyak menyaksikan matahari terbenam daripada sunrise.

Hal itu disebabkan saya jarang menemukan pemandangan indah sunrise dari tempat saya menginap. Alhasil, biasanya saya tidur lagi setelah sholat Subuh. Baru ketika jalan-jalan, ada kesempatan mencari tempat yang tepat untuk melihat sunset.

Namun tidak demikian halnya ketika saya menginap di hotel Alana Solo. Seperti biasa, saya tidak mengharapkan akan menemukan sesuatu yang berbeda pada sebuah hotel. Tetapi ternyata anggapan saya salah sama sekali. Di sini, ada pemandangan yang luar biasa.

Bangun pagi karena adzan Subuh, saya bergegas menunaikan ibadah. Kawan karib saya mengajak berbincang-bincang sambil sesekali ambil foto di dalam kamar. Dia duduk di depan meja rias yang terletak di pojok dekat jendela, sedangkan saya rebahan di tempat tidur sambil menyimak media sosial.

Tetiba ia berteriak keras,"Subhanallah, mbak lihat ini," katanya sambil menyibak gorden.

Saya bangkit dari tempat tidur dan menghampiri jendela. Wah, ternyata pemandangan spektakuler tersaji di depan kami. Matahari terbit dengan sinar keemasan yang menyilaukan mata. Sangat indah sehingga saya hanya bisa memuji sang Pencipta.

Matahari beranjak dari lengkungan di antara dua gunung, persis seperti gambar-gambar pemandangan yang ada sewaktu duduk di sekolah dasar. Kemudian naik ke langit dengan memancarkan sinar keemasan, membias di puncak gunung dan awan-awan di sekitarnya. Rasanya, saya ingin melukiskan keindahan ini

Beberapa kali saya memotret dengan menggunakan hape agar pemandangan indah ini bisa diabadikan. Sungguh saya merasa beruntung bisa bermalam di hotel Alana dan menemukan pemandangan yang sangat indah.

Hotel Alana Solo, ternyata merupakan hotel terbaik se-Jawa Tengah tahun 2019. Pantaslah gelar ini disandang oleh hotel yang strategis ini. Bukan hanya karena menyimpan kekayaan sunrise yang spektakuler, tapi juga karena fasilitas dan pelayanannya.



Restoran atau ruang makan ada out door dan indoor. Ruangannya cukup luas, menyajikan aneka jenis makanan dan masakan. Beberapa jenis masakan yang tersaji untuk breakfast, terasa sangat lezat. Di sini juga bisa didapati aneka minuman jamu serta buah-buahan segar.

Satu hal yang saya suka adalah kolam renang. Di hotel ini kolam renang berbentuk artistik, melengkung dengan indah. Ada pepohonan sebagai peneduh dan penghias. Ada kolam renang untuk anak-anak dan dewasa. Pemandangan ke bawah adalah perkampungan penduduk setempat.



Kolam renang ini bersambungan dengan restoran juga dan bar yang menyajikan masakan berbeda dengan rumah makan di lantai dasar. Di sini orang yang lelah berenang, bisa langsung mengisi perut dengan menu yang mengundang selera dengan harga relatif terjangkau. Banyak kursi-kursi tersedia untuk menikmati makanan sambil menyaksikan orang berenang.

Di tempat ini juga biasa diselenggarakan resepsi pernikahan. Ketika saya berada di sana, ada satu pasangan yang melakukan resepsi mulai jam sembilan pagi. Jadi saya terpaksa tidak bisa berlama-lama di sana karena banyaknya orang yang bertamu.




Lobby utama hotel Alana sangat luas. Kadang diisi dengan pameran pakaian atau kuliner. Pelayanan petugas hotel sangat ramah dan tanggap. Kami puas berada di sana.


Selasa, 19 November 2019

Percayakan Perawatan Kulit Wajahmu Pada NVA Beaute


Pernahkah ada orang yang mengira bahwa dirimu masih berusia muda? Saya sering begitu, padahal usia saya sudah setengah baya. Jadi, saya biarkan saja mereka memanggilku kakak, terus terang saya senang dan bangga kok.

Namun di balik penampilan yang 'menipu', ada rahasia tersendiri. Bagaimana pun ada usaha untuk menjaga kulit agar tidak mudah keriput dimakan usia dan radikal bebas. Mau tahu? Saya menggunakan produk skincare terpercaya yaitu NVA Beauty.

Produk NVA Beauty telah berhasil lulus uji di BPOM sehingga layak kita percaya. Produk ini aman digunakan oleh orang Indonesia, dijamin mutu atau kualitasnya. Tentu saja karena terbuat dari bahan-bahan alami seperti lidah buaya (Aloe Vera) dan Temulawak. Sama sekali tidak ada campuran bahan kimia di dalamnya. Proses produksi juga diawasi dengan ketat, sesuai dengan standar keamanan yang ditetapkan pemerintah.



Untuk membuktikan hasil dari keampuhan produk skincare ini, tidak membutuhkan waktu lama. Dalam dua Minggu kita bisa melihat hasilnya. Kulit wajah kita akan terlihat halus dan cerah, semakin kinclong dan glowing. Setiap orang yang melihat perubahan itu pasti akan terpesona.

Produk NVA Beauty ini memiliki dua kelebihan yang tidak ada pada skincare lainnya. Pertama, produk ini bisa dipakai ole remaja usia 17 tahun hingga manula di atas 50 tahun. Nah, jadi tidak boros kan, anak dan ibu bisa menggunakannya secara bersamaan.

Kedua, produk NVA Beauty ini cocok untuk semua jenis kulit. Baik itu kulit normal sampai dengan kulit yang sangat sensitif. Kenapa bisa begitu? Karena bahan-bahannya yang alami tanpa zat kimia. Jadi kalau kulit wajah kamu berjerawat, tidak usah kuatir. NVA Beauty ini justru akan membantu kulit wajah menjadi lebih indah.



Untuk mendapatkan hasil terbaik, sebelum menggunakan produk NVA Beauty, disarankan melakukan peeling. Ini penting untuk mengangkat kotoran dan sel kulit mati. Setelah itu gunakan produk secara konsisten supaya maksimal.

Ada lima jenis produk NVA Beauty ini, antara lain:
1. NVA Brightening Day Cream
Diformulasikan khusus dengan UV filter, membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari agar kulit tetap cerah, lembab dan halus.


2. NVA Brightening Night Cream.
Krim ini akan memperbaiki sel-sel kulit wajah ketika kita sedang tidur dan merangsang kolagen untuk membuat kulit cerah, halus, lembab, kencang dan glowing.


3. NVA Masker Spirulina
Selain mengandung ekstrak temulawak dan Aloe Vera, juga dilengkapi dengan vitamin A, D, dan E serta berbagai mineral, menutrisi kulit agar bersih, halus, lembab, mengecilkan pori-pori dan memberantas jerawat.


4. NVA Facial Wash
Mengandung glycolic dan derma cleanser untuk membersihkan debu, kotoran dan make up agar kulit tetap sehat.


5. NVA Anti Aging Serum
Mengandung empat bahan aktif dan anti oksidan yang dapat menyamarkan flek hitam agar kulit tetap halus lembut, cerah dan glowing. Gunakan sebelum memakai night Cream.

Nah, tunggu apa lagi? Percayakan Perawatan Kulit Wajahmu Pada NVA Beaute





Senin, 11 November 2019

Musafir Guest House, Penginapan Syariah di Solo


Baru-baru ini saya dan seorang teman melanglang ke kota Solo atau Surakarta. Dengan menggunakan bus malam, saya tiba di terminal Tirtonadi. Saat itu masih jam dua dini hari, kami langsung pesan grab car untuk menuju Musafir Guest House yang cukup jauh dari terminal.

Musafir Guest House ternyata buka 24 jam. Ketika kami datang, sudah ada petugas yang standby di sana. Halaman parkir berumput kira-kira bisa menampung lima mobil. Memang tidak ada tanda yang menyolok, karena nama "Musafir' terukir di dinding depan (pagar) tanpa hiasan lampu.

Perlu diketahui, Musafir Guest House adalah penginapan syariah bernuansa tempo doeloe. Bangunan utama adalah sebuah rumah yang dibangun tahun 1950 dengan ciri khas bangunan kuno, pintu dan jendela kayu yang lebar, serta teras yang asyik untuk minum kopi. Walau ini penginapan syariah bukan berarti tidak menerima tamu beragama lain, mereka boleh menginap di sana.

Welcome drink tidaklah seperti di hotel modern dengan jus buah atau minuman bersoda. Di atas meja tamu terlihat kendi yang cukup besar dengan beberapa gelas. Saya menuang air kendi itu dan meminumnya, terasa segar. Saya jadi ingat ketika di rumah nenek dahulu.



Namun kami mendapat kamar justru di bangunan baru yang ada di belakang bangunan utama. Kamar kami ada di lantai dua, harus naik tangga. Tidak ada lift karena hanya terdiri dari dua lantai. Bagusnya, baik di lantai satu atau dua tersedia kopi dan teh yang bisa diseduh sendiri. Perangkat cangkir lengkap di atas bufet kecil.

Kamar yang disediakan memenuhi standar sebuah hotel. Fasilitas yang ada; televisi, meja, lemari pakaian dan dua meja pendamping tempat tidur. Kamar mandi juga demikian, dengan sistem shower. Peralatan mandi seperti handuk, sabun dan shampo juga telah tersedia.

Di pojokan gang, depan kamar paling ujung ada bangku panjang dari kayu yang nyaris menempel ke dinding. Di atasnya terdapat beberapa hiasan piring keramik. Terlihat cukup menarik dan bisa dijadikan spot selfie.



Bangunan utama sendiri terdiri dari kamar utama yang luas, dilengkapi dengan kamar mandi yang ada bath tub serta jendela besar yang dapat dibuka untuk melihat taman. Kamar inilah yang paling mahal tapi cocok untuk sebuah keluarga kecil.

Ruang pertemuan ada di belakang ruang tamu, tidak begitu besar dengan meja panjang dan kursi kayu yang bisa digunakan untuk enam hingga 10 orang. Sedangkan ruang makan lebih luas dengan dua pintu, satu menuju depan dan satu menuju belakang. Jendela yang ada di ruang makan ini adalah yang paling besar.



Pada pagi hari, ada sepiring kecil jajanan atau kue-kue yang diantar ke setiap kamar. Satu piring isinya 4 kue untuk satu orang. Ini yang dianggap sebagai sarapan. Sedangkan kopi dan teh, bebas membuatnya sendiri, boleh berkali-kali.

Sayangnya kami tidak sempat mencicipi makanan yang bisa dipesan untuk makan siang atau makan malam. Soalnya tamu sedang penuh, ada rombongan pengantin. Semua staf menjadi sibuk melayani rombongan tersebut.


Senin, 04 November 2019

Cari Tahu Perkembangan Industri Digital di Connect 2019


Perkembangan industri digital melesat cepat seiring dengan perkembangan teknologi. Kalau kita tidak mengikuti, tentu akan ketinggalan zaman. Soalnya, soalnya boleh dikatakan bahwa hampir semua bisnis sekarang berbasis internet.

Karena itulah saya senang hadir dalam event Connect 2019 yang berlangsung pada tanggal 30 dan 31 Oktober lalu di JCC Senayan. Event yang digelar oleh Traya Kita Indonesia ini mempertemukan pebisnis berbasis teknologi seperti start up.



Dalam talk show hari Kamis, 31 Oktober, hadir beberapa narasumber yang kompeten. Pertama adalah Hery Sofiaji, Head of Micro Product Loan Department PT Bank Mandiri. Dia memaparkan bagaimana meningkatkan layanan teknologi finansial dalam menghadapi persaingan di dunia digital.

Bank Mandiri telah menggandeng platform jual beli online seperti Bukalapak dan Tokopedia. Selain itu, bank ini telah memberikan pinjaman dengan kelebihan antara lain:
1. Limit pinjaman hingga 200 juta.
2. Bisa diambil dalam 6, 9, 12 bulan.
3. Bunga mulai 0.99 flat
4. Biaya administrasi murah
5. Proses pencarian pinjaman 24 jam.

Narasumber kedua adalah bapak Joddy Hernady,E Digital & Next Business Telkom group. Ia menuturkan bahwa industri hiburan digital mempunyai potensi yang sangat besar. Hal ini dilihat dari tingkat pendapatan yang diperoleh melalui film, musik dan game.

Oleh sebab itu, Telkomsel memprioritaskan industri digital entertainment untuk video dan game. Fakta menunjukkan, pertumbuhan industri ini yang tercepat di Asia Tenggara. Sayangnya, perusahaan game di Indonesia masih sedikit.

Joddy mengungkapkan tiga tantangan yang harus dihadapi; minimnya jumlah perusahaan, rendahnya investasi dan kurangnya talenta.

Sedangkan narasumber ketiga, Ridho Khusnul Fadhil, CEO Humblezing Company memberi catatan:
1. Awareness, melalui sesuatu yang mudah diingat konsumen, seperti logo.
2. Engagement, kita lihat bagaimana konsumen tertarik dengan memberi like dan komentar di media sosial.
3. Consideration, teknik penyampaian pesan dalam media sosial.
4. Purchase,Dokumen yang dibuat oleh pembeli.
5. Adaption (langkah atau proses pengambilan keputusan pembelian)

  • 6. Retention, Peningkatan keuntungan dari pelanggan yang sudah ada.



Selasa, 22 Oktober 2019

Sadari Peran Perempuan Dalam Melindungi Keluarga Dari Pengaruh Buruk Gawai


Mungkin kita tidak menyadari bahwa ternyata gawai atau smartphone telah memperbudak kita dalam kehidupan sehari-hari. Bayangkan, sejak bangun tidur benda pertama yang kita raih adalah gawai. Bahkan ketika melakukan aktivitas rumah tanggapun lebih banyak diselingi dengan memegang gawai.

Gawai nyaris tidak pernah lepas dari tangan kita. Membawa gawai kemanapun kita pergi, baik ke kamar mandi, kamar tidur, hingga ruang makan. Hal itu disebabkan kita tidak ingin ketinggalan berita dari setiap media sosial yang dimiliki. Minimal, kita melihat update dari WA, Facebook, Instagram, dan Twitter.

Akibatnya, media sosial mendominasi kehidupan kita, membuat kita abai terhadap apa yang terjadi di sekitar atau di lingkungan kita. Parahnya, kitapun tak tahu apa yang sedang berlangsung pada anak-anak yang seharusnya menjadi perhatian utama.

Perempuan menjadi pengguna gawai terbesar di Indonesia, berarti termasuk para ibu. Ini sungguh memprihatinkan karena seharusnya seorang ibu memberikan perhatian terbesar kepada keluarga, terutama anak-anak. Karena terlalu fokus kepada media sosial, para ibu lalai terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak-anaknya.

Kami, dari blogger crony terperangah ketika mengetahui sudah demikian merasuknya pengaruh media sosial dalam kehidupan keluarga. Dalam seminar sehari Pengarusutamaan Gender yang bertajuk "Perempuan dan Media Sosial; Peran Perempuan Menghadapi Pengaruh Media Sosial Dalam Menjaga Ketahanan Keluarga", terungkap bahwa ibu-ibu muda tanpa disadari telah menjerumuskan anak-anaknya menjadi budak gawai dan terpapar berbagai efek buruk yang ada di dunia Maya.



Seminar ini dibuka oleh Ketua Dharma Wanita Kemenag, Ibu Trisna Lukman dan bertindak sebagai keynote speaker. Sedangkan Bapak Muhammadiyah Amin selalu Dirjen Bimas Islam memberikan kata sambutan. Ibu Trisna menyoroti betapa tingginya pengaruh media sosial bagi perempuan dan anak-anak.

Peran Ibu Menghadapi Pengaruh Media Sosial Dalam Pendidikan Anak

Saya menyimak apa yang dipaparkan oleh psikolog Rahmi Dahnan. Betapa seorang ibu memegang kunci penting dalam melindungi anak-anak agar tidak terpapar pengaruh buruk media sosial. Ironinya, justru kaum ibu, terutama yang masih muda, justru sudah menjadi budak gawai dan terlarut dalam arus negatif media sosial.

Saya sering melihat, saking asyiknya melihat media sosial, kaum ibu tidak peduli pada perkembangan anaknya. Bahkan jika menangis atau meminta sesuatu, dianggap mengganggu. Fenomena yang paling merugikan adalah dengan mudahnya si ibu menyodorkan gawai ke anak-anak agar diam dan tidak merengek.

Sejak bayi, anak-anak telah dicekoki gawai. Efeknya adalah mereka mengalami speech delay atau keterlambatan bicara. Anak-anak tidak diajarkan untuk belajar bicara, sedangkan mereka dipaksa untuk menelan obyek visual. Ini adalah kombinasi dari ibu yang malas dan tidak berpikir panjang tentang efek gadget pada usia dini.

Padahal, idealnya anak-anak usia dua tahun sudah bisa berbicara dan makan sendiri. Pada usia 4 tahun mereka seyogyanya bisa mandi dan memakai pakaian sendiri. Tapi karena ibu menyodorkan gawai, maka mereka tidak mengerti dan terlambat melakukan hal yang wajar pada usianya.

Anak-anak juga mencntoh dari ibunya yang selalu memegang gawai, sehingga mereka juga tidak mau lepas dari benda tersebut. Bahkan ada yang marah dan mengamuk jika tidak diberi gawai. Untuk tahap ini, mereka sudah tergolong masuk penyakit mental.

Memang melalui gawai, kita bisa mengakses informasi. Tetapi tidak semua informasi itu baik, harus disaring terlebih dahulu. Anak-anak bisa terpapar informasi yang merusak dan menyesatkan. Misalnya, berita hoaks, pornografi, radikalisme dsb.

Hal yang mengagetkan adalah penelitian telah mengungkap bahwa anak-anak usia SD kelas 4, 5 dan 6 telah terpapar pornografi melalui internet di gawai. Karena itu semakin tinggi kasus pelecehan seksual, pemerkosaan terhadap anak-anak, homoseks dan sejenisnya.

Sebuah kasus memprihatinkan seperti, ketika ada arisan keluarga, dimana kaum ibu sibuk sendiri, tidak ada yang mengawasi anak-anak. Ternyata anak paling besar membawa saudara-saudara sepupunya yang lebih kecil ke dalam sebuah kamar. Anak berusia 5 tahun ditelanjangi dan (maaf) dijilati payudara dan kemaluannya.

Kasus lain, anak yang bergaul dengan anak-anak yang lebih besar, diajarkan untuk melihat pornografi. Dia mencoba menggunakan fitur pencarian google. Dan bertanya anak pada ibunya,"Google hebat, kalau mengetik perempuan telanjang, maka akan keluar gambar-gambar wanita telanjang". Miris bukan?

Karena itu wahai kaum ibu, jangan terlena oleh media sosial. Jaga dan perhatikan anak-anak agar terlindung dari kejahatan dunia maya. Jika memang sayang pada anak-anak, lindungilah mereka sebaik mungkin. Ingat, anak-anak adalah amanah dari Tuhan yang harus dijaga dengan baik.


Kamis, 10 Oktober 2019

Kesehatan Jiwa Sangat Dibutuhkan di Zaman Now


Pernahkah kalian memperhatikan bagaimana keadaan di sekeliling kita? Terutama apa yang terjadi di zaman now atau zaman milenial ini. Betapa banyak orang yang semakin menunjukkan ketidakstabilan jiwanya dengan perilaku yang aneh, di luar kebiasaan.

Kita sudah sering membaca berbagai kasus yang terjadi dalam masyarakat. Semakin banyak orang bunuh diri, saling mencaci maki dan mudah terbakar oleh kemarahan. Kriminalitas pun meningkat dalam aneka bentuk.

Maka di sinilah kita harus menyadari bahwa ada yang salah dengan kesehatan mental sebagian masyarakat. Jika ini dibiarkan, kita akan memiliki masyarakat yang sakit sehingga tidak ada kedamaian dalam hidup. Karena itu kita harus mengupayakan kesehatan jiwa dimulai dari diri sendiri, orang dan lingkungan terdekat.



Dalam rangka itu, Kemenkes RI mengingatkan pentingnya kesehatan jiwa. Apalagi pada tanggal 10 Oktober merupakan peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Bertempat di ruang Naranta, gedung Dr Sujudi, Kemenkes, sejumlah blogger menghadiri diskusi tentang kesehatan jiwa dengan narasumber dari Ikatan Psikologi Klinis dan Motherhope Indonesia.

Ibu Novi dari Motherhope Indonesia menceritakan pengalamannya ketika depresi paska melahirkan yang membuat dia ingin bunuh diri. Kelahiran anak pertama yang dibayangkan melalui proses normal ternyata dilakukan secara Caesar. Padahal ia telah mempersiapkan diri untuk melahirkan anak dengan melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung kelahiran normal. Hal ini membuatnya depresi.

Ketika melahirkan anak kedua, Novi kembali mengalami depresi karena air susunya tidak keluar. Sementara ibu-ibu yang menjenguk selalu menanyakan air susunya dan sok menasehati ini itu. Saking depresi, Bu Novi ingin membuang anaknya. Bahkan ia sering berlaku kasar terhadap anaknya sendiri.

Suami Bu Novi tidak mengetahui hal ini. Memang banyak suami yang tidak sensitif terhadap perasaan istrinya. Ditambah lagi dengan keluarga yang juga kurang peduli. Bu Novi tidak mau memperlihatkan kegelisahannya karena takut dibully, apalagi dia adalah lulusan fakultas psikologi yang idealnya mampu mengatasi kondisi kejiwaannya sendiri.

Beruntung ia dikenalkan pada komunitas Motherhope Indonesia, dimana semua orang saling membantu dan menguatkan. Komunitas ini yang membangkitkan kesadarannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, terutama sebagai seorang ibu.

Pentingnya komunitas dalam membantu masalah kejiwaan juga diamini oleh dr Damayanti dari Ikatan Psikologi Klinis. Komunitas mampu memberikan dukungan semangat yang tidak didapatkan dari keluarga maupun orang terdekat.



Apa sih yang dimaksud dengan kesehatan jiwa? Ini adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya (UU no. 18 th 2014 tentang kesehatan jiwa).

Sayangnya tidak semua orang memiliki ketahanan untuk menghadapi berbagai macam peristiwa buruk yang terjadi pada dirinya. Jika seseorang dalam titik terlemah, dia bisa menjadi depresi dan putus asa. Semakin berat tekanan yang dirasakan, dapat mendorong dia untuk melakukan tindak bunuh diri.

Laporan WHO tahun 2010 menyebutkan angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6 - 1,8% per 100 ribu penduduk (atau sekitar 5000 per tahun). Ini adalah angka yang cukup tinggi.

Secara global, sekitar satu dari enam orang mengalami masalah kesehatan jiwa dan NAPZA. Jumlah terbesar yaitu gangguan kecemasan, sekitar 4% dari populasi. (IHME, Global Burden of Disease, 2017). WHO menyatakan bahwa masalah kesehatan jiwa yang menjadi prioritas kesehatan masyarakat adalah bunuh diri, dimana data global menyebutkan hampir 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir kasus bunuh diri di Indonesia? Sebagai blogger dan penulis, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu masyarakat terhindar dari masalah kesehatan jiwa.



Kita mencoba mencegah tindakan bunuh diri dengan upaya promotif dan preventif. Upaya promotif melalui media KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) serta sosialisasi pada masyarakat. Sedangkan upaya preventif adalah deteksi dini masalah kesehatan jiwa dan NAPZA, dengan terlebih dahulu melatih tenaga kesehatan di fasyankes maupun guru bimbingan/konseling di sekolah.

Inilah upaya yang dapat dilakukan media massa:
1. Pentingnya menekankan informasi bahwa bunuh diri merupakan kerugian bagi masyarakat.
2. Hati-hati jika menayangkan 'celebrity suicide'
3. Hindari memberikan penjelasan rinci tentang bagaimana cara dan tempat bunuh diri, karena bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.
4. Bunuh diri karena multifaktor, maka dari itu jangan menyalahkan korban.
5. Informasikan kepada masyarakat bagaimana cara menghindari tindakan bunuh diri.
6. Media massa berkoordinasi dengan petugas kesehatan sebelum menayangkan berita bunuh diri.

Sebaiknya kita melakukan Promosi Kesehatan Jiwa, dimulai dari diri sendiri, keluarga lalu masyarakat. Promosi dilakukan oleh kita semua, bukan hanya petugas kesehatan.


Di bawah ini beberapa hal untuk pencegahan bunuh diri:
1. Multisektoral dan berkesinambungan
2. Mengenali perilaku yang memberikan sinyal tindakan percobaan bunuh diri.
3. Identifikasi tanda-tanda stress, masalah kejiwaan dan cari pertolongan.
4. Dukungan keluarga mutlak diperlukan.
5. Peran masyarakat membangun mekanisme pertahanan sosial.



Nah, cobalah kita lebih awas mengamati sekeliling kita. Jika kita melihat ada yang menampakkan tanda-tanda depresi berat, kita harus berusaha menolongnya. Kita harus ambil bagian untuk mengupayakan Kesehatan Jiwa dalam masyarakat.

Selasa, 08 Oktober 2019

Street Photography: Belajar Melihat Apa yang Tidak Terlihat


Sebagaimana blogger lainnya, saya juga senang memotret, sebab foto adalah pendukung tulisan. Namun lebih dari itu, saya juga seorang traveler yang hobi menyusuri jalanan. Sudah pasti dalam setiap kesempatan, mengabadikan momen di sepanjang perjalanan.

Nah, kebetulan ketika komunitas Blogger Crony mengisi event IIFEST di Senayan, salah satu acaranya adalah belajar Street Photography. Tentu saja yang mengisi sesi ini adalah orang yang sangat berpengalaman yaitu Widya Sartika Amrin. Dia juga merupakan anggota Blogger Crony pada waktu awal pendirian.

Pada hari Sabtu, 5 Oktober 2019 yang lalu, saya pun meluncur ke GBK Senayan. Di tengah cuaca yang sangat panas itu saya bertekad hadir di booth Blogger Crony bernomor 13 untuk belajar Street Photography. Untunglah saya termasuk yang dapat lebih awal.



Pukul empat sore lebih sedikit, sesi ini dimulai dengan dipandu oleh founder Blogger Crony yaitu mas Satto Radji. Bersama saya ada sekitar sembilan anggota komunitas yang memang tertarik pada hal ini.

Menurut mbak Widya, yang sudah sering menjelajahi dunia ini, dalam street photography ini kita harus pandai melihat apa yang tidak terlihat untuk orang lain. Untuk itu kita harus jeli dan rajin mengamati ketika sedang berada di jalan. Apakah ada sesuatu yang unik, atau yang menarik perhatian.

Sebagai contoh, jika kita memperhatikan zebra cross, maka lihatlah apakah ada orang yang berjalan di atasnya dengan menggunakan baju bergaris. Kalau ada, maka itu menjadi sesuatu yang menarik untuk difoto.

Contoh lain, kalau ada orang yang berjalan dengan perbedaan yang mencolok. Satu orang yang terlalu kurus dengan orang lain yang terlalu gemuk. Atau orang yang terlalu pendek dengan orang yang teramat tinggi. Kadang juga kita bisa mengambil foto menarik dari adegan beberapa orang secara bersamaan. Begitu pula jika ada kesamaan orang dengan tempat di sekitarnya.

Pelajaran street photography ini membuka mata kita bahwa ternyata banyak sekali obyek menarik yang bisa difoto. Padahal biasanya kita mengabaikan hal itu, sama sekali tidak memikirkannya. Sesi ini menambah ilmu saya tentang photography.

Setelah mendengar uraian mbak Widya, kami diberi kesempatan melakukan hunting foto di sekitar area IIFEST. Pada waktu Maghrib kami berkumpul kembali untuk membicarakan hasilnya.



Terima kasih Blogger Crony dan mbak Widya, ilmu ini sangat bermanfaat.

Jumat, 27 September 2019

Betulkah Cinta Bisa Datang Bagai Kejutan? Jawabannya Ada di 'Kopi Paste'


Sinetron cinta tidak hanya bisa kita tonton di layar televisi. Sekarang kita juga bisa mendapatinya melalui YouTube. Maklum sekarang zamannya semua informasi melalui internet. Dengan smartphone, apa sih yang tak bisa ditonton?

Nah, ternyata ada cerita menarik lho di YouTube, tidak kalah dengan tayangan di layar kaca. Judulnya 'Kopi Paste', ini bukan cerita tentang kopi, tapi tentang perjalanan hidup seseorang dalam menemukan cinta sejati.

Pemilihan judul 'Kopi Paste' untuk menekankan pesan identik atau serupa, yang menggambarkan karakter seorang wanita bernama San (diperankan Sharena Delon). Ceritanya begini; Sanisti Moeri yang dipanggil San adalah perempuan perfeksionis yang menginginkan pasangan sepadan dengan dia. San merupakan wanita karir dengan disiplin tinggi.



Sebaliknya, rekan kerja yang sekaligus teman baiknya, lebih santai. Karena kepedulian dia terhadap San, ia rajin menjodohkan wanita itu dengan kenalan-kenalannya, yang sebagian besar ditolak San karena tidak sesuai dengan kriterianya.

Pada suatu hari, San bertemu dengan Joe (diperankan Ryan Delon) yang memiliki sifat mirip dirinya, ibarat kopi paste. Di sinilah cerita cinta San dimulai, dimana pada akhirnya ia menemukan sesuatu yang tak terduga selama hidupnya. Sesuatu yang membuat pandangan hidupnya berubah drastis.

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Ah, gak enak kalau saya ceritakan. Lebih seru jika kalian melihat sendiri di YouTube. Selain ada Sharena Delon dan suaminya Ryan Delon, ada pemeran pembantu utama yaitu Panji Saputra yang menjadi barista di kafe kantor. Ia menciptakan minuman kopi 'kopi Paste' karena terinspirasi oleh San.



Tahu gak, bahwa kisah menarik ini bukan diproduksi oleh Production House melainkan Sequis, perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan ternama di Indonesia. Video web-series Kopi Paste telah dilaunching di auditorium Sequis, 26 September kemarin.



Kisah cinta tersebut akan tayang di kanal YouTube Sequis Official setiap Jumat, mulai tanggal 27 September hingga 18 Oktober 2019. Felicia Gunawan, Head of Corporate Branding, Marketing and Communication Sequis Official menjelaskan bahwa web-series ini menyasar generasi milenial yang berusia antara 20 s/d 30 tahun.

Nah, jangan sampai ketinggalan ya. Update segera di YouTube anda.

Senin, 23 September 2019

Didi Kempot, Musisi Separuh Baya yang Digemari Generasi Muda

Apakah anda termasuk penggemar lagu-lagu yang dinyanyikan Didi Kempot? Kalau ya, berarti anda adalah orang yang pernah atau sering patah hati. Sebab musisi ini dikenal sebagai The Godfather of Broken Heart.

Lagu-lagu Didi Kempot sebagian besar memang menceritakan kisah tentang seseorang yang patah hati karena ditinggal atau dikhianati sang kekasih. Nah, orang yang sedang patah hati inilah yang kemudian menjadi fans berat Didi Kempot

Padahal Didi Kempot sudah tidak muda lagi, usianya menjelang 53 tahun. Ia lahir pada tanggal 31 Desember 1966, ayah dan kang mas-nya adalah pelawak asal Solo. Meski lagu Stasiun Balapan menjadi ikon dari Didi Kempot, baru beberapa tahun terakhir inilah dia menjadi fenomenal dan dijuluki sebagai The Godfather of Broken Heart.

Tampaknya anak-anak muda zaman sekarang berhati melankolis, mudah patah hati. Karena itu mereka sangat menggandrungi lagu-lagu Didi Kempot. Mereka merasa terwakili oleh lagu-lagu tersebut. Menyanyikan lagu Didi Kempot adalah pelampiasan bagi suasana hati yang sedang perih.

Didi Kempot sendiri memang menyadari bahwa masyarakat Indonesia menyukai lagu-lagu melow. Ia yakin lagu-lagu jenis ini tetap eksis dan bertahan lama. Karena itu ia selalu produktif menciptakan lagu-lagu. Hebatnya, lagu-lagu broken heart ciptaannya bisa dalam berbagai lirik dan irama yang tidak membosankan.

Lagu-lagu Didi Kempot mengakar di tanah Jawa, karena memang menggunakan bahasa Jawa. Tapi tidak sedikit orang di luar suku Jawa yang menyukai lagunya meski tidak mengerti bahasa Jawa

Sabtu, 21 September 2019

Pringsewu Baturraden, Restoran Taman yang Instagramable di Purwokerto


Berwisata kuliner di kota Purwokerto memang mengasyikkan. Kota ini mirip dengan Yogyakarta yang juga kaya akan aneka jenis kuliner dari harga yang paling murah hingga yang mahal. Kali ini saya ke rumah makan Pringsewu di Baturaden Purwokerto.

Kalau dari luar, resto ini tampak biasa saja. Bahkan di bagian depan yang terlihat adalah toko souvernir dan oleh-oleh makanan khas Purwokerto. Setelah melewati pintu masuk yang tidak seberapa besar, barulah kita tahu bagaimana suasana di dalam.

Ruang makan di dalam cukup luas, bisa menampung sekitar 200 orang. Ada panggung di ujung untuk pertunjukan musik atau tarian. Beberapa set meja dan kursi kayu ukir mendominasi ruangan. Ada yang untuk 4 orang hingga 20 orang.

Nah, ruangan makan adalah ruangan terbuka di bagian belakang. Ternyata ada taman yang cukup luas, tapi dan indah. Saya langsung tertarik terhadap taman ini. Selagi menunggu pesanan makanan datang, saya pun mengambil beberapa foto di taman.



Ada undakan rendah menuju taman. Pohon-pohon palem membuat suasana seperti di Timur Tengah. Sebuah patung zebra yang cantik ada di tengah taman, tepat di bawah naungan pepohonan.

Di sudut taman tersedia ruangan ekslusif yang disewakan untuk pelanggan. Jika kita memiliki acara tersendiri dan tidak ingin terganggu orang lain, maka kita bisa menggunakan ruangan ini. Bahkan ada yang berbentuk seperti sebuah rumah atau villa.



Sebuah kolam ikan tersedia untuk terapi pijat ikan. Cemplungkan saja kaki ke dalam kolam, maka ikan-ikan itu akan menyerbu dan mencicipi kulit Ari yang sudah mati. Rasanya cukup membuat geli di kaki. Tapi lumayan adem untuk siang yang panas.

Mushola juga  juga ada di pinggir taman, tidak jauh dari toilet. Di depannya beberapa tanaman bunga teratur rapi dengan rerumputan hijau yang halus dan indah.



Kalau bosan berada di ruangan, kita juga bisa memilih makan di saung atau gazebo yang ada di tengah taman. Di sini anak-anak bisa sambil bermain.

Asyiknya makan di restoran ini, ada hadiah khusus untuk yang berulang tahun. Biasanya adalah puding berbentuk hati. Namun untuk mahasiswa yang baru lulus dan wisuda, diberi kejutan dengan musik angklung.


Antara Elvis Presley Dengan Beatles


Siapa yang tak mengenal Elvis Presley? Musisi ini yang mendapat julukan The King of Rock and Roll. Lagu-lagunya tetap abadi, dinyanyikan oleh penyanyi lain hingga sekarang. Elvis Presley adalah legenda yang tak tergantikan.

Begitu pula dengan Beatles, band beraliran rock and Roll dari Inggris. Band ini tetap eksis meski sempat ganti personil. Hanya saja band ini mengalami tragedi dengan ditembaknya John Lennon, yang menjadi vokalis utama. Satu-satunya personil yang tersisa adalah Sir Paul McCartney.

Baik Elvis Presley maupun Beatles mengalami puncak kejayaannya pada masanya, dimana mereka digilai wanita. Tak sedikit musisi generasi berikutnya yang mencoba mengikuti Elvis Presley dan The Beatles.

Namun sebenarnya Elvis Presley adalah sumber inspirasi dari The Beatles. Memang Elvis sedang dalam puncak ketenaran ketika The Beatles baru memulai berkiprah. Dalam film tentang the Beatles, John Lennon tidak pernah melewatkan konser Elvis Presley.

"Dia (Elvis Presley) punya pekerjaan hebat. Kita bisa mencoba menjadi penyanyi seperti itu," demikian kira-kira yang dikatakan John Lennon muda.

Setelah itu, dibentuklah The Beatles bersama teman-temannya. Mereka terdiri dari empat orang, John Lennon, Paul McCartney, Ringo Star dan George Harrison. Singkat cerita mereka meniti jalan menjadi penyanyi seperti yang dilakukan Elvis Presley.

Berkat keteguhan, ketekunan dan kerja keras, pantang menyerah, The Beatles sanggup menyita perhatian masyarakat. Lagu-lagunya menjadi hits, bahkan kemudian menyusul ketenaran Elvis Presley. Mereka bersaing di tangga lagu radio radio di seluruh dunia.



Saya menjadi penggemar berat Elvis Presley. Sejak kecil (saat duduk di bangku SD) saya sudah mengagumi Elvis Presley. Saya pernah menonton film Elvis Presley yang diputar di TVRI. Waktu itu saya takjub melihat betapa gantengnya Elvis Presley.

Kemudian saya mengoleksi apa saja yang berkaitan dengan Elvis Presley. Baik itu kaset, poster, buku biografi, pin, foto-foto dsb. Semua menjadi koleksi pribadi yang sangat berharga bagi saya. Sebagian besar lagu-lagunya saya hafal. Misalnya, Let it be me, Jailhouse Rock, It's Now or Never dan Are you lonesome tonight.

Elvis Presley tidak tergantikan hingga sekarang. Belum ada penyanyi yang memiliki jenis suara seperti Elvis Presley, sekaligus memiliki wajah yang ganteng maksimal. Lagu-lagunya juga hampir semua enak didengar dan dinyanyikan.

Namun saya juga menjadi penggemar The Beatles, meski tidak sefanatik Elvis Presley. Saya ingat, pada masa SMA, lagu-lagu The Beatles menjadi pengiring disko dalam pesta ulang tahun teman. Apalagi ada Barata band, grup musik Indonesia yang sering memainkan lagu The Beatles.

Saya pun juga memiliki beberapa kaset jadul dan menghafal sebagian lagu-lagu mereka. Sekali lagi, memang tidak sebanyak koleksi Elvis Presley. Ada lagu Hey Jude, I am back to USSR, I want to hold your hand dll.



Sekarang zaman milenial, kita tidak perlu lagi memutar kaset jadul. Kita bisa mendengarkan CD atau bahkan melihat You Tube. Semua melalui dunia Maya, cepat dan mudah.