Selasa, 30 Agustus 2022

Friena Skincare, Rahasia Glowing Wanita Aktif

 

Rangkaian produk Friena Skincare (dok.pri)

Aku tuh sering memiliki kegiatan di luar rumah. Aktivitas paling banyak tentu ke Jakarta, meeting dengan teman-teman atau sekedar jalan-jalan. Padahal polusi di ibukota ini sangat tinggi, bisa menyebabkan dampak buruk untuk kulit kita.

Perubahan cuaca yang sekarang terjadi secara tiba-tiba, juga memberikan efek samping pada kulit, terutama kulit wajah. Maka tidak heran jika pulang ke rumah, wajah terasa seperti tembok, ada sesuatu yang menempel dan membebani.

Tapi yang paling aku risaukan adalah wajah menjadi kusam, mulai timbul flek hitam di pipi. Duh, wanita mana sih yang senang jika tidak secantik dulu? Karena itu aku berusaha merawat wajah dengan produk kosmetika yang bisa dipercaya. Kemudian, produk tersebut harus sesuai dengan jenis kulit ku. Kalau tidak, bisa fatal akibatnya. Wajah semakin rusak. 

Mencari produk yang sesuai memang susah-susah gampang. Untuk beberapa jenis kulit, sangat mudah mencari produk yang cocok. Sebaliknya, jenis kulit tertentu sangat sensitif. Kalau tidak cocok, akan terjadi iritasi, gatal-gatal kemerahan. 

Nah, setelah mencari informasi ke sana kemari, aku menemukan rangkaian produk Friena Skincare. Produk ini sudah BPOM lho, jadi cukup aman untuk digunakan, bahkan aman juga untuk ibu hamil dan menyusui. Satu hal yang menggembirakan, harganya cukup terjangkau. Aku beli satu paket hanya sekitar tiga ratus ribu Rupiah, terdiri dari susu pembersih, toner, serum serta pelembab kulit. 

Sesuai dengan slogan Bright Your Future, Friena Skincare, maka aku optimis masa depan kulit wajah menjadi lebih terjamin. Aku beritahu ya, apa saja yang aku gunakan.

 Rangkaian produk Friena Skincare 

1.Friena Glowing Facial Wash

2.Friena Glowing Facial Toner

3.Friena Glowing Face serum

4.Friena Daylight Glowing Cream..

 Rangkaian  produk Friena Skincare ini dijamin hasilnya akan membuat kulit wajah yang kusam  menjadi glowing. Bagaimana detilnya? Simak di bawah ini.

Friena Glowing Facial Wash dan toner 

Pertama-tama, aku membersihkan wajah dengan Friena Glowing Facial Wash. Yup, kita tidak boleh jorok, harus rajin mencuci wajah. Sebaiknya dilakukan setiap pagi dan sebelum tidur malam hari.  Lakukan selama beberapa hari untuk melihat reaksi kulit. Kalau cocok berarti aman di kulit kita.

Friena facial wash (dok.pri)

Setelah pemakaian beberapa hari, terasa ada bedanya. Wajah kusam menjadi lebih cerah. Aku jadi tambah semangat menggunakan produk Friena Skincare ini. Berarti kemungkinan Glowing semakin tinggi.

 Kalau diteliti, ternyata kandungan bahan Friena ini juga aman karena terbuat dari dua bahan alami yang sangat bagus untuk kulit wajah. Yakni: Chamomile Extract dan Aloe Vera leaf Extract.

Baca cara pemakaian ya, Friena Glowing Facial Wash  dengan menuangkan pada telapak tangan, lalu beri sedikit air, gosok perlahan ke tangan hingga berbusa. Setelah itu, usap lembut ke seluruh wajah sampai merata. Terakhir bilas hingga bersih. Apabila dirasa kulit wajah masih kurang bersih ulangi pemakaian sekali lagi.

Membersihkan wajah lebih lengkap dengan menggunakan toner, memberi efek menyegarkan. Cara menggunakan, teteskan di atas kapas lalu usapkan ke seluruh wajah yang tadi dioleskan 

Friena Glowing Facial Toner memiliki  kandungan yang sama dengan Friena facial wash, yakni Chamomile Extract dan Aloe Vera. Keduanya memang berfungsi sebagai anti inflamasi, melembabkan, mencerahkan, serta menghaluskan kulit wajah.

Selain Chamomile Extract dan Aloe Vera, Friena Glowing Skincare juga diperkaya dengan AHA yang yang khasiatnya untuk menyamarkan flek hitam, bekas jerawat, sekaligus mencerahkan wajah. Ini menjawab kebutuhan kulit wanita. 

Friena Daylight Glowing cream

 Daylight cream ini sangat penting untuk melindungi kulit dari sinar UV matahari. Oleh sebab itu aku tidak sembarangan dalam memilih. Selain memastikan produk tersebut aman, bagus dan sesuai untuk kulit wajah, maka apakah benar-benar dapat melindungi kulit dari sinar matahari.

Friena Daylight Glowing cream 

Friena Daylight Glowing Cream berfungsi untuk mencerahkan wajah dan menunda penuaan dini. Suer, ini yang sangat aku butuhkan mengingat usia yang semakin bertambah. Aku jelas tidak ingin kelihatan tua. 

Nah, produk Friena Daylight Glowing cream mampu mencerahkan kulit wajah. Selain itu kandungan Friena Daylight Cream ini juga efektif untuk mencegah infeksi karena jerawat.  Walaupun Friena Daylight Cream ini tidak secara khusus menyembuhkan jerawat namun terbukti ampuh untuk menyamarkan bekas2 jerawat, noda hitam atau  flek pada kulit wajah.

Kelebihan Friena  Daylight Glowing cream ini,  bisa di jadikan sebagai pengganti bedak dan BB cream. Selain itu dapat juga sebagai makeup yang digunakan secara mendadak. Kita sediakan saja di dalam tas kalau bepergian, jadi lebih praktis. 

Serum pengganti cream malam

Friena Skincare tidak mengeluarkan produk cream yang digunakan malam hari. Lho, lantas bagaimana? Padahal produk lain memiliki cream malam untuk mempercepat proses pencerahan wajah. Rupanya, Friena Skincare mengandalkan produk serumnya.  Friena glowing face serum ini bisa dijadikan sebagai pengganti night cream di malam hari.

Friena Glowing Face Serum memiliki tekstur yang lebih kental dengan warna soft peach. Tuangkan beberapa tetes di telapak tangan dan usapkan secara merata ke seluruh wajah.  Serum ini memberikan efek lembut bagi kulit. 

Friena Glowing Face Serum merupakan serum yang diformulasikan dengan kandungan alpha Arbutin, Niacinamide, Licorice (Glycyrrhiza Glabra) Extract dan bahan anti aging (Acetyl Heptapeptide-9 & Colloidal Gold). Kandungan ini untuk membantu menyamarkan noda hitam dan garis halus pada wajah.  Kemudian dilengkapi ekstrak aloe vera dan chamomile untuk menjaga kelembaban kulit wajah.  Kulit wajah menjadi tampak lebih cerah dan dan segar. 

Aku sangat merekomendasikan produk Friena Skincare ini untuk teman-teman. Kapan lagi kita bisa merawat wajah dengan produk yang bagus dan terjangkau harganya. Wanita perlu cantik agar tetap percaya diri dalam melakukan aktivitas. 

Satu lagi keunggulan Friena Skincare, wanginya itu lho, sangat memikat dengan keharuman yang lembut. Menghirup aroma wangi dari produk ini jadi semacam healing tersendiri, gak perlu jauh-jauh ke tempat wisata. 

Kalau butuh informasi lebih lanjut, simak saja melalui Instagram Friena

Atau bisa juga ke website Friena Skincare.

Belanja langsung,  cek di link Shoopee berikut Friena Skincare 


Saya memakai Friena Skincare (dok.pri)




Minggu, 14 Agustus 2022

Dengar Alam Bernyanyi di Hutan Baduy

Jembatan akar, ikon suku Baduy Dalam 

 Pernahkah kamu meresapi suasana di tengah hutan? Kamu pasti akan merasakan ketenangan dan kedamaian di dalam jiwa ketika mendengar gemerisik dedaunan menari, atau kicau burung bersahutan. Kamu akan sadar betapa indahnya alam bernyanyi.

Begitulah yang aku rasakan ketika berada di tengah hutan Baduy. Suku Baduy tinggal di pegunungan, kabupaten Lebak, Banten. Untuk menuju ke sana, aku naik kereta ke stasiun Rangkasbitung, lalu disambung dengan naik Elf ke desa Ciboleger, Baduy luar.

Suku Baduy, masih berusaha mempertahankan adat istiadat, tapi mereka juga mengikuti perkembangan zaman. Baduy luar sudah banyak beradaptasi dengan masyarakat lainnya. Sebagian bangunan rumah sudah sama, begitu pula dengan  sekolah. Ada anak-anak Baduy yang sekolah dan ada yang tidak.

Perkampungan Baduy Luar 

Namun suku Baduy Dalam jauh lebih ketat menjaga adat istiadat. Bukan berarti mereka masyarakat primitif dan terbelakang, melainkan mempertahankan kearifan lokal dan budaya yang sudah berlangsung turun temurun. 

Ke perkampungan Baduy dalam 

Kita tidak akan mengerti kehidupan sehari-hari suku Baduy Dalam jika tidak pernah ke sana. Ada banyak hal yang bisa dijadikan teladan dari mereka. Karena itulah Presiden Jokowi dan beberapa menteri memberikan perhatian khusus. Bahkan menteri-menteri tersebut bersusah-payah untuk datang ke perkampungan Baduy Dalam, padahal medan yang ditempuh cukup sulit.

Butuh waktu lima jam menuju tempat bermukim suku Baduy Dalam. Dari desa Ciboleger, berjalan kaki dengan track yang terjal. Kita melewati perkampungan Baduy Luar yang naik turun. Tapi itu belum separuh perjalanan. Batas wilayah Baduy Luar dengan Baduy Dalam adalah gazebo, jembatan bambu yang melintasi sebuah sungai.

Perjalanan berat yang sesungguhnya baru dimulai setelah jembatan gazebo. Kita melewati lereng-lereng gunung yang menjadi tempat bertanam padi Baduy luar. Ya, mereka tidak punya sawah karena berada di pegunungan, oleh sebab itu bertanam padi hanya bisa di lereng gunung.

Tanaman padi milik suku Baduy Dalam 

Kemudian perjalanan turun naik bukit, kadang berada di tepi jurang yang curam. Akan lebih berat lagi saat hujan turun karena jalan setapak yang dilalui menjadi sangat licin. Salah melangkah atau tidak kuat, bisa mengakibatkan tergelincir ke dalam jurang. Untunglah setiap traveler sudah berbekal sebatang tongkat kayu sebagai penahan. Tongkat ini dapat dibeli di Baduy Luar sebelum kita memulai perjalanan. 

Aku yang sudah menua dengan berat badan bertambah merasakan kesulitan itu. Kaki diserang kram karena kurang berlatih mendaki gunung, ditambah hawa dingin yang menyergap akibat hujan deras. Tapi orang Baduy Dalam yang menemani aku tidak bosan memberi semangat. 

Kami melewati hutan-hutan dengan pohon tinggi menjulang serta sungai-sungai kecil, Suasana sangat sepi, jarang bertemu atau berpapasan dengan manusia lain. Walaupun begitu aku sangat menikmatinya. Aku tidak takut berada di alam bebas. Aku justru merasa aman di sini.

Berangkat pukul satu siang, kami baru tiba di desa Baduy Dalam hampir Maghrib. Aku dan rombongan bermalam di salah satu rumah.  Perkampungan Baduy Dalam ini bentuk rumahnya sama semua, sehingga jika tidak cermat bisa kesasar ke rumah lain.  Setelah istirahat sejenak, minum teh atau kopi panas yang disediakan tuan rumah.

Tanpa listrik dan internet

Di perkampungan Baduy Dalam tidak ada listrik dan internet. Untuk orang yang terbiasa selalu pegang gawai, bisa mati gaya. Apalagi tidak boleh memotret apapun, baik itu dengan telepon genggam atau dengan kamera. Jangan sekalipun melanggar peraturan ini karena nanti mendapat hukuman. Kita tidak akan bisa mengambil foto secara diam-diam, mereka akan tahu dengan caranya sendiri.

Sebelum menjadi sangat gelap, maka sebagian tamu berusaha mandi di sungai yang lokasinya hanya beberapa meter dari belakang rumah. Tidak boleh menggunakan sabun, odol atau sesuatu yang mengandung zat kimia. Apakah bersih? Jangan kuatir. Air sungai cukup jernih dan mengalir dari hulu. Buktinya, kulit suku Baduy Dalam putih tanpa skincare. Paras wajah yang pria tampak tampan dan yang perempuan cantik.  Aku terkagum-kagum melihat seorang anak gadis Baduy Dalam yang sangat cantik, lebih mirip orang Eropa. 

Larangan menggunakan zat kimia untuk menjaga kelestarian alam agar tidak ada polusi yang bisa merusak bumi. Kita juga tidak boleh membuang sampah sembarangan, harus dikumpulkan lalu nanti dibawa kembali. 

Hal-hal inilah yang seharusnya kita lakukan jika kita peduli untuk menyelamatkan bumi. Kita terlalu diperbudak kehidupan modern yang cenderung merusak alam. Padahal kita juga yang akan menanggung akibatnya. 

Suku Baduy Dalam tidak menebang pohon sembarangan kecuali untuk keperluan membangun rumah. Itupun lebih memilih pohon yang roboh karena angin besar. Rumah memang terbuat dari bahan bambu dan kayu beratap rumbai-rumbai.  

Penerangan di dalam rumah kalau malam hari menggunakan obor.  Tapi kami diperbolehkan memakai senter sebagai alat bantu penerangan. Senter ini sangat berguna ketika harus ke sungai tengah malam. 

Suku Baduy Dalam bergotong royong dalam segala hal. Kalau ada yang menikah, dirayakan secara sederhana, makan-makan dengan hasil masakan yang dimasak bersama-sama. Pada musim berburu, sekitar bulan Pebruari, rusa yang didapat diserahkan kepada pemangku adat dan kemudian dibagi. 

Sangat menyenangkan pagi-pagi minum kopi sambil mendengarkan kicauan burung. Masih banyak burung elang yang terbang melintasi pepohonan. Bahkan kita bisa dikejutkan oleh jeritan sejenis kera yang berlompatan dari pohon ke pohon. Suku Baduy Dalam tidak mengusik mereka. 

Di sini kami membeli madu yang didapat suku Baduy Dalam dari atas pohon. Madu asli yang sarat dengan khasiat. Beberapa kerajinan tangan seperti tas dari kulit pohon juga ditawarkan. Produk mereka sangat terbatas karena dikerjakan dalam waktu yang cukup lama. 

Senyum orang-orang Baduy yang ramah, tanpa dibuat-buat. Mereka tidak terkontaminasi kepalsuan orang-orang kota, jujur dan apa adanya. Kehidupan mereka begitu tenang dan damai.

Kalau kamu ingin mendengar alam bernyanyi, datanglah ke pemukiman suku Baduy Dalam. Di sini tempat healing yang sesungguhnya, melepaskan diri dari kepenatan hidup di kota besar. 

Jangan lupa sambil mendengarkan lagu #DengarAlamBernyanyi yang bisa diunduh di sini.   kamu akan merasakan "down to earth ' di perkampungan Baduy Dalam. 

Hutan Indonesia yang Menakjubkan

Hutan tempat tinggal Baduy Dalam hanya sebagian kecil dari hutan-hutan yang ada di Indonesia. Cobalah untuk menjelajah hutan-hutan di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan pulau-pulau lainnya. Kita kaya akan hutan-hutan tropis dengan aneka jenis tanaman dan binatang. Karena itu disebut sebagai paru-paru dunia, #HutanKitaSultan

Keanekaragaman hayati yang ada di hutan-hutan tropis Indonesia tak ada di negara lain. Misalnya burung cendrawasih, anoa, komodo dan sebagainya. Ini adalah anugerah sekaligus amanah dari Tuhan, maka seharusnya dijaga dengan baik. 

Sayangnya hutan menghadapi berbagai ancaman:

1. Pembukaan lahan hutan untuk perusahaan

Banyak manusia serakah yang merambah hutan untuk memperkaya diri. Hutan tropis dan heterogen diganti dengan tanaman industri oleh perusahaan-perusahaan besar. Mereka mengeksplorasi hutan tanpa menjaga keseimbangan alam.

Mereka tidak peduli dengan kearifan lokal suku asli. Bahkan memaksa suku asli untuk menyingkir dari bumi yang mereka cintai. Apakah kita tidak malu?

2. Ilegal logging

Penebangan hutan secara liar ini juga biasanya dilakukan perusahaan nakal yang bekerjasama dengan oknum pejabat terkait. Hutan menjadi gundul, tak mampu menahan air hujan. Inilah yang membuat banjir bandang sering terjadi. 

3. Pembangunan villa dan perumahan elite

Di pegunungan, terutama di pulau Jawa, bukit dan pegunungan dirambah untuk rumah-rumah mewah. Banyak villa berdiri di lereng gunung agar mendapatkan pemandangan yang indah. Tetapi hal ini merusak lingkungan alam di sekitarnya. Akibatnya terjadi bencana longsor dan banjir.

4. Kebakaran hutan

Bencana kebakaran hutan terjadi karena dua hal. Pertama, kebakaran yang disengaja untuk membuka lahan. Ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit. Kita bisa menyaksikannya di Sumatera dan Kalimantan. 

Kedua karena ketidaksengajaan, dilakukan oleh orang awam. Misalnya tidak mematikan api unggun, membuang puntung rokok yang masih menyala dan sebagainya. 

Gambaran hutan kita (dok.katadata.id)

Mari kita mulai bergerak menyelamatkan hutan-hutan tropis Indonesia. Kita Kampanyekan cara menjaga hutan sebagaimana yang dilakukan suku Baduy Dalam. Ini sangat penting untuk keberlangsungan hidup generasi mendatang. Bukankah kita tidak ingin mereka menderita?

Video by @laleilmanino

Yuk sosialisasikan penjagaan hutan dengan menggaungkan lagu Dengar Alam Bernyanyi yang bisa didapatkan di Apple Music dan Spotify. Ini harus dilakukan #UntukmuBumiku

Kita mulai dengan menjaga lingkungan sekitar. Jangan membuang sampah sembarangan, tanam pohon dau meminimalisir penggunaan zat-zat kimia yang berbahaya. #TeamUpforImpact

Kita tunjukkan bahwa kita mampu menjaga hutan-hutan tropis. Kita perlihatkan pada dunia bahwa #IndonesiaBikinBangga . Saya anggota dari Blogger Perempuan siap mendukung. Kamu gimana?


Follow Instagram @bloggerperempuan

Twitter: @Bperempuan

Facebook: Blogger Perempuan Network 

Aku dan teman Baduy Dalam 





Sabtu, 13 Agustus 2022

Steril Kucing Subsidi di Rumah Singgah Clow

 

Rumah singgah Clow 

Saya memelihara beberapa ekor kucing ketika pandemi Covid 19 melanda Indonesia. Soalnya, aktivitas di luar rumah harus dikurangi. Semua orang lebih banyak berada di dalam rumah, hanya keluar jika ada keperluan yang sangat mendesak.

Kucing-kucing itu menjadi teman, maklum saya tinggal seorang diri. Mereka lucu dan menggemaskan, walaupun kadang juga menjengkelkan. Tetapi kehadiran mereka sangat menghibur, mengurangi rasa jenuh karena tidak bisa bepergian.

Kucing adalah binatang yang cepat berkembang biak. Dalam satu tahun, kucing betina bisa melahirkan empat kali. Bayangkan populasinya meningkat dengan cepat. Saya tidak ingin jumlah mereka terus bertambah. Selain repot, menghabiskan banyak biaya untuk makan, pasir dan obat-obatan. Lalu saya memutuskan agar kucing-kucing itu disteril.

Manfaat steril, menekan populasi kucing. Kemudian, kucing juga menjadi lebih sehat dan kuat. Kalau kucing jantan, tidak spraying sembarangan. Kalau kucing betina, bisa lebih kalem tidak ingin keluar rumah jika birahi.

Namun biaya steril kucing cukup mahai. Apalagi untuk saya yang hidup pas-pasan. Bahkan saya sering mengalah, biaya hidup saya lebih rendah daripada kucing-kucing itu.  Karena itu saya mengincar steril subsidi dan steril gratis yang biasanya diadakan komunitas pecinta kucing.

Rumah Singgah Clow adalah salah satu shelter kucing yang berlokasi di Parung. Pendirinya adalah mas Bimbim, sekarang pemuda yang sangat menyayangi binatang. Rumah singgah Clow menjadi tempat bagi kucing dan anjing yang terlantar, sakit dan cacat. 

Bersama mas Bimbim dan sahabat pecinta kucing 

Nah, dalam setahun Rumah Singgah Clow beberapa kali mengadakan steril kucing subsidi dan steril gratis. Saya tidak ingin melewatkan hal itu. Pertama ikut adalah di bulan Januari. Saya steril Rendy, kucing jantan hasil rescue, ketika bayi dibuang orang di rumah kosong.

Steril untuk Rendy gratis karena ada sponsor. Saya mendaftar online, Alhamdulillah kebagian kuota. Saya mendapat kupon yang harus dibawa pada saat steril. Pada hari yang ditentukan, saya datang membawa Rendy dengan menumpang ojol. Tempatnya di klinik Amore 2, Parung, dekat dengan Rumah Singgah Clow.

Pagi-pagi antrian sudah sesak untuk mendapatkan nomor. Saya kebagian jam 11 pagi menjelang siang. Rendy diperiksa dulu kesehatan dan bobot tubuhnya oleh dokter hewan. Setelah dinyatakan lulus, menunggu lagi untuk steril.

Urusan steril ini memakan waktu seharian. Rendy baru disteril pukul empat sore. Hampir Maghrib baru bisa diambil. Tapi karena saya lelah, sudah pulang duluan. Rendy menginap dengan biaya Rp. 35.000,-

Steril kedua

Pada bulan April ada steril subsidi dari Rumah Singgah Clow. Beli satu gratis satu. Untuk kucing jantan bayar Rp.150.000,- sedangkan kucing betina Rp. 200.000. Saya mendaftarkan Reno, saudara kandung dari Rendy. Tapi untuk yang gratis satunya, saya berikan untuk teman.

Sebagaimana Rendy, pemeriksaan terhadap Reno juga berjalan lancar. Dia juga terpaksa menginap karena saya sudah pulang, capek kalau harus menunggu seharian. Besoknya baru saya ambil.

Baik Rendy maupun Reno setelah disteril tidak boleh makan dry food. Mereka harus berada di kandang agar tidak banyak gerak. Selama dua Minggu tidak boleh dimandikan, menunggu jahitan kering.

Reno 

Alhamdulillah mereka sehat dan lincah setelah disteril. Saya berterima kasih pada Rumah Singgah Clow dan klinik Amore 2 Parung yang sering mengadakan steril subsidi sehingga pecinta kucing menjadi sangat terbantu.