Kamis, 23 November 2023

Produk UMKM Melesat Berkat Bantuan BRI

 

Produk sepatu unik binaan BRI (dok.bri)

Kekuatan ekonomi Indonesia sebenarnya bukan pada perusahaan-perusahaan besar. Hal ini terbukti ketika negeri kita ini dilanda pandemi Covid 19. Indonesia bisa bertahan berkat pelaku usaha skala kecil dan menengah. Bahkan banyak usaha yang tumbuh menjadi besar di masa pandemi. 

Namun tentu saja keberhasilan itu bukan sim salabim atau sulap. Selalu ada faktor yang mendorong pelaku usaha agar tetap gigih maju terus. Sektor keuangan adalah salah satu faktor yang menentukan. Karena itu, dukungan perbankan sangat diperlukan. 

Bank yang paling peduli kepada pelaku UMKM adalah BRI (Bank Rakyat Indonesia). Sesuai dengan namanya, BRI selalu dekat dengan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. Satu fakta yang tak terbantahkan, BRI adalah satu-satunya bank yang bisa kita dapati di pedesaan, bahkan tempat terpencil. 

Membina UMKM

BRI tidak hanya memberikan bantuan dana kepada para pelaku UMKM. Kita tahu BRI banyak mengucurkan kredit ringan sehingga terjangkau oleh pelaku usaha skala kecil maupun menengah. Tetapi BRI tidak melepas begitu saja, melainkan membimbing pelaku usaha sampai mereka berhasil. 

BRI menyadari bahwa tidak setiap pelaku usaha mempunyai pengalaman dan keahlian yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis. Banyak orang yang masih terhitung sebagai pemula, mencoba membuka usaha untuk bertahan hidup. Keberhasilan tidak cukup dengan tekad yang kuat. Mereka harus tahu semua tantangan yang dihadapi. 

Sesungguhnya UMKM di Indonesia telah memiliki modal dasar yang kuat. Antara lain, sumber daya manusia dan bahan baku yang mudah di dapat. Apalagi sekarang, banyak orang yang kreatif dan inovatif menciptakan sesuatu. Inilah yang dibidik oleh BRI. 

Maka BRI menurunkan para ahli di bidangnya untuk membimbing para pelaku usaha skala kecil maupun menengah. Mereka dibina dan diarahkan dengan baik agar semakin paham seluk-beluk bisnis sehingga meminimalisir risiko kegagalan. Terutama dalam bidang marketing atau pemasaran. Sebab pada umumnya UMKM tinggi dalam kreativitas tapi rendah dalam pemasaran. 

Produk yang laris adalah produk yang menarik. Banyak produk yang sejenis, karena itu setiap produk harus memiliki keunggulan. Masyarakat akan tertarik pada produk yang unik dan berkualitas. Di sinilah dibutuhkan kemampuan entrepreneur dari pelaku usaha. Mereka dirangsang untuk terus menciptakan inovasi, di sisi lain harus pandai mencari celah agar menarik minat konsumen. 

"Sebenarnya kualitas produk UMKM Indonesia mampu bersaing dengan produk  luar negeri. Bahkan, kreasi produk buatan UMKM Indonesia bisa dibilang lebih unggul dibanding pemain lain di pasar global. Karena itu, yang harus dilakukan selanjutnya adalah bagaimana agar potensi UMKM ini bisa dimaksimalkan. Selain itu juga meningkatkan literasi mereka supaya paham caranya masuk pasar ekspor serta melakukan pemasaran yang lebih masif lagi baik di dalam atau luar negeri," ujar Direktur Bisnis Mikro BRI Supari pada suatu kesempatan. 

Tugas BRI tentu sangat berat dalam membina UMKM. Namun selama puluhan tahun BRI berhasil membuktikan bahwa tidak ada kerja yang sia-sia. Sudah lebih dari 500 UMKM binaan yang kemudian tumbuh pesat menjadi raksasa. Dari yang cuma lokal hingga ekspansi ke luar negeri. 

Satu hal yang harus diperhatikan, pelaku UMKM di Indonesia harus pandai beradaptasi dalam pemasaran  dan bertransaksi sesuai perkembangan zaman. Mereka tak perlu takut menggunakan teknologi dalam berkegiatan sehari-hari, karena jaminan keamanan setiap transaksi digital sudah dijamin apalagi jika UMKM melakukannya dengan perantara  BRI.

Barang-barang berkualitas ekspor mendapatkan kesempatan digelar dalam pameran-pameran berskala internasional. Setiap pameran UMKM menghadirkan  seluruh kategori produk mulai dari fesyen, makanan dan minuman, kerajinan, dekorasi rumah, serta produk kecantikan. UMKM yang tumbuh besar tentunya dapat membuka lapangan pekerjaan bagi para pekerja. Dengan sendirinya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Tidak salah jika BRI disebut sebagai pahlawan UMKM, karena bank inilah yang banyak membantu pelaku usaha skala kecil maupun menengah. BRI membantu secara total, dari nol hingga sukses. Pantaslah para pelaku usaha sangat berterimakasih kepada BRI. 

Digitalisasi BRI

Seiring dengan perkembangan zaman, maka BRI menyesuaikan diri, termasuk melakukan digitalisasi BRI. Bank ini menggunakan teknologi perbankan untuk mempermudah proses transaksi. Agar semua nasabah dapat menggunakannya, BRI tidak lupa melakukan sosialisasi dan bimbingan hingga ke masyarakat pedesaan.

Mengapa sosialisasi digitalisasi itu penting? Perlu diingat, pembayaran melalui sistem digital mengandung risiko. Contohnya, pembeli saat mau beli barang bisa yakin bahwa pesanannya akan datang setelah  transfer uang.  Sebaliknya, penjual jangan sampai mengalami pembeli nakal yang tidak membayar jika barang sudah dikirim. BRI berusaha agar  antara pembeli dan penjual tak ada satu pun dirugikan. Bahkan di BRI ada yang namanya dispute resolution untuk mengatasi jika ada perselisihan antara pembeli dan penjual. 

Seiring dengan itu, BRI mendorong UMKM berani bertransformasi agar daya saing serta penetrasi pasar mereka bisa berkembang. UMKM tidak perlu ragu masuk ke ranah digital, karena saat ini telah ada banyak penyedia layanan keuangan dan platform daring terpercaya yang bisa digunakan mereka untuk memulai layanan secara daring.

Sekarang ini BRI telah menyediakan sejumlah platform untuk mendukung transformasi bisnis UMKM. Misalnya dengan membuat laman Pasar.id yang memfasilitasi pedagang di pasar-pasar seluruh Indonesia, kanal Indonesia Mall di marketplace Tokopedia, dan dukungan transaksi menggunakan aplikasi BRImo.

UMKM yang belum punya rekening bank pun bisa bertransaksi dengan agen BRILink. Kelebihannya, mereka ada di tengah masyarakat. Kalau bicara unicorn di Indonesia, rata-rata  melayani 50 juta transaksi dalam setahun. Hebatnya  agen BRILink  bisa mencapai Rp750 triliun dengan 600 juta transaksi setahun. 

BRI Untuk Indonesia

Kita pasti bisa menanyakan pada para petani, peternak dan nelayan bagaimana mereka mempercayakan BRI untuk menunjang usaha mereka. BRI ibarat malaikat penolong yang membantu usaha kecil dan menengah. Mereka bisa bertahan dan berkembang berkat bantuan BRI. 

Memang BRI untuk Indonesia. Bank yang dikatakan sebagai bank pelat merah ini merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah untuk membantu rakyatnya. Hal ini merupakan amanah dari UUD 1945, utamanya adalah pasal 33. BRI menjadi instrumen penting dalam memajukan perekonomian rakyat Indonesia. 



Kerajinan tangan produk UMKM (dok.bri)


Senin, 13 November 2023

Grand Wisata Bekasi, Hunian Idaman Masa Depan

 

Aku berada di Grand Wisata Bekasi 

Aku sudah lama mendengar tentang pembangunan Grand Wisata Bekasi. Kabarnya, ini adalah perumahan paling keren di wilayah Bekasi. Karena itu aku jadi penasaran, seperti apa sih Grand Wisata Bekasi? Beruntung aku mendapat kesempatan berkunjung ke sana berkat undangan Sinar Land, developer dan pengelola real estate ini. 

Bersama teman-teman blogger, pagi-pagi aku berangkat menggunakan bus dari kantor pusat Sinar Mas Land di jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Karena bus lewat jalan tol, tidak berapa lama telah tiba di kawasan Grand Wisata Bekasi. Wow, ternyata cukup dekat dari Jakarta ya. Tidak jauh dari pintu tol. 

Ada gerbang yang megah sebelum masuk kompleks perumahan. Kami langsung menuju gedung Marketing Gallery yang megah dan artistik. Di dalamnya, ada maket master plan dari keseluruhan pembangunan Klasika Grand Wisata Bekasi. 

Hans Lubis, Senior marketing (dok.pri)

Hans Lubis, Senior Marketing & Commercial Sales Manager Grand Wisata Bekasi menyambut kami beserta seluruh staf. Ia menjelaskan secara rinci apa saja yang telah dibangun di sini dan program selanjutnya yang sedang berjalan. 

Tipe Levante

Kami diajak melihat tipe baru perumahan yang sedang dibangun, yaitu Levante. Kebetulan rumah contoh Levante hanya beberapa meter saja dari gedung Marketing Gallery. Dari luar saja, bangunan rumah tampak menarik dengan perpaduan klasik modern. Pantas saja jika mendapat penghargaan di Golden Property Award 2023. Sinar Mas Land memang jaminan developer yang qualified. 

Klasika Grand Wisata Bekasi memiliki keunggulan yang tidak ada pada perumahan sekelasnya. Antara lain inovasi dan desain yang unik. Kita lihat tipe Levante yang sudah tersedia, merupakan bangunan rumah yang berkualitas dari berbagai segi sehingga patut menjadi hunian keluarga sejahtera. 

Hunian yang nyaman memengaruhi keharmonisan keluarga lho. Dalam rumah yang nyaman, komunikasi antara sesama anggota keluarga lebih intens, sehingga hubungan menjadi hangat, akrab dan penuh kasih sayang. Ini mencegah terjadinya broken home dan perpecahan di dalam keluarga. 

Rumah tampak depan (dok.pri)

Rumah Levante yang pertama aku masuki adalah yang berukuran 7x18 meter dengan dua lantai. Lantai pertama berisi ruang tamu, ruang makan, kamar kerja, kamar tidur utama, dapur, kamar mandi kecil di bawah tangga. Di belakang ada halaman yang cukup luas untuk dijadikan taman atau kolam.

Kamar tidur utama (dok.pri)

Ruang kerja (dok.pri)

Sedangkan lantai dua terdapat dua kamar untuk anak-anak, satu kamar mandi dan balkon. Kita bisa minum kopi sambil melihat ke luar jendela, melihat taman atau rumah tetangga di belakang rumah.  Di bagian depan rumah, bisa dijadikan carport untuk dua mobil. 

Kamar tidur anak (dok.pri)

Salah satu sudut di taman belakang rumah (dok.pri)

Di belakang dapur, terdapat ruang kecil yang bisa difungsikan sebagai kamar ART. Tapi bila tak mempunyai ART,  ruang ini bisa juga untuk gudang penyimpanan barang-barang. 

Sedangkan tipe Levante yang lebih kecil berukuran 6x15 meter. Sekilas tidak banyak bedanya dengan tipe sebelumnya di atas. Halaman depan juga bisa dijadikan carport untuk dua mobil. 

Levante 6x15 (dok.pri)

Jika kita ingin ruang hijau di depan, maka space untuk carport cukup satu saja. Setengahnya dapat diubah menjadi taman.

Ruang tamu menyatu dengan ruang makan (dok.pri)

Ruang tamu dan ruang makan menyatu. Ini tinggal bagaimana kepiawaian kita dalam menata properti berupa satu set meja tamu dan satu set meja makan. Tak usah kuatir, sekarang banyak furniture berbagai model yang menghemat space.

Kamar tidur utama (dok.pri)

Ada satu kamar tidur utama dan dua kamar tidur anak di lantai dua. Sedangkan dapur berbentuk open space, yang bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan. Kalau lebih suka tertutup, bangun dinding untuk membatasi taman di belakang. 

Taman kecil (dok.pri)

Ada taman kecil di belakang yang dapat dimanfaatkan untuk bercengkerama atau minum kopi. 

Tempat ngopi (dok.pri)

Di lantai dua, selain kamar tidur anak, juga terdapat space untuk satu set meja kopi. Cocok banget buat kerja online sambil memandang ke bawah. 

Kita harus menjadi visioner ketika memilih sebuah rumah. Soalnya, rumah adalah aset kehidupan yang nyaman di masa depan. Karena itu wajar jika kita selektif dalam memilih rumah.

Enam hal yang harus dipertimbangkan:

1. Akses mudah. Lokasinya strategis, dekat dengan stasiun LRT, pintu tol, dan bakal ada akses ke KCIC Halim. 

2. Fasilitas lengkap. Bakal ada mal lengkap yang menyediakan kebutuhan kita. Tempat ibadah untuk semua agama, hingga rumah sakit. 

3. Lingkungan sehat, ada ruang terbuka Hijau, baik itu taman atau lapangan. Pepohonan besar juga ditanam di tepi jalan.

4. Menunjang kehangatan keluarga. Didesain agar anggota keluarga mudah berinteraksi dan saling berbagi. 

5. Harga yang kompetitif di kelasnya.  

6. Keamanan terjaga dengan one gate system. 

Nah, semua itu dimiliki oleh Grand Wisata Bekasi Iho. Inilah kota mandiri, impian kita semua, yang lokasinya di wilayah Timur. Mumpung belum naik harga di tahun ini, lebih baik segera dipilih untuk investasi masa depan. 

Aku suka banget dengan klaster Levante at Klasika.  Ini betul-betul rumah impian di sebuah kota mandiri, seperti BSD. Bedanya lokasi Grand Wisata Bekasi ada di sebelah timur Jakarta. Bagiku Grand Wisata Bekasi sangat layak dijadikan rekomendasi perumahan terbaik di  Bekasi.


Rabu, 01 November 2023

Rela Tersesat di Kampung Labirin Bogor

 

Sebuah gang di kampung Labirin (dok.pri)

Seperti apa sih kampung Labirin? Itulah yang ada dalam benak saya ketika mendengar ada kampung bernama itu. Pertanyaan itu segera terjawab ketika saya bersama teman-teman komunitas mendapatkan kesempatan menyusuri gang-gang yang menyerupai labirin pada tahun lalu.

Kampung Labirin dahulu bernama Kebon Jukut, yang terletak di Babakan Pasar, Bogor Tengah ini menjadi kampung tematik yang diresmikan pada tahun 2018. Sekarang disebut juga sebagai Kampung Berseri Astra Babakan Pasar. 

Ini berkat inisiatif salah satu warga yang ingin mengubah Kampung Kebon Jukut menjadi kampung yang bersih, asri dan berseri, serta dapat dukungan dari Yayasan Astra Honda Motor yang termasuk program CSR Kampung Berseri Astra (KBA). Kemudian mendapatkan dana pembinaan warga melakukan pembenahan rumah.

Ini adalah kampung yang terselip di tengah kepadatan kota. Jujur kalau saya sendiri ke sini, saya bisa tersasar karena buta jalan di sekitar lokasi. Penjenamaan labirin memang cocok karena gang yang berliku-liku dapat menyesatkan seorang pengunjung. 

Kampung labirin dari jembatan (dok.pri)

Saya masuk dari jembatan yang melintasi tepi sungai Ciliwung.  Sebelumnya kami melewati Pulo Geulis yang berada persis di tengah sungai Ciliwung. Setelah menyeberang, maka kita akan tiba di kampung Labirin. Kalau tidak mau tersesat, bisa saja menghubungi pemandu wisata yang sudah cukup profesional seperti Ade Irma dan Eka. 

"Selamat datang di Kampung Labirin," sambut Ade Irma. ""Sebelumnya saya mohon maaf, karena nanti atraksi yang menyambut mungkin tidak lengkap, karena ada Sebagian yang sekolah dan bekerja."

Dengan penuh keramahan, mereka akan menyapa dan memberikan keterangan. Pengurus kampung, yang juga ketua RW 10, juga sangat antusias jika ada wisatawan yang mau datang berkunjung. Saya terpukau dengan cara bicara Ade Irma yang begitu cepat, dengan wajah yang ceria. 

Pentas seni

Saya tidak pernah membayangkan bahwa di kampung yang begitu padat ini bisa menyelenggarakan kegiatan seni. Kamu pun dibawa ke sebuah sanggar, tepatnya rumah yang difungsikan sebagai pusat berbagai macam kegiatan. Rumah milik Encep Musa ini tidak besar, teras yang hanya sekitar 2X3 meter ini tempat anak-anak berlatih dan melakukan pertunjukan seni. Di salah satu dinding, terpampang peta kampung Labirin. 

Anak-anak berlatih menari (dok.pri)

Ternyata ada musik angklung dan tari-tarian. Mereka memiliki peralatan angklung yang cukup lengkap. Sungguh takjub saya melihat bocah-bocah SD pandai memainkan angklung dengan harmonis.  Saya salut dengan Kang Edi yang berhasil melatih mereka dengan baik. 

 Selain itu mereka juga menyajikan tarian tradisional Sunda seperti Jaipong. Di mana kita bisa menonton? Halaman sempit, tapi ada semacam gardu yang bisa digunakan duduk-duduk para penonton. 

Di sekitar tempat kegiatan ini, ada lapak-lapak pedagang kecil, pedagang rumahan. Rata-rata menjual makanan kesukaan anak-anak seperti cilok, sosis dan bakso bakar, gorengan, keripik dan sebagainya. Kalau kita membeli, berarti membantu perekonomian keluarga di kampung ini. 

Puas menyaksikan pertunjukan seni, Ade Irma dan rekan mengajak kami menyusuri gang-gang kecil yang tidak akan bisa saya hafal dalam sehari. Oh rupanya inilah labirin itu, membuat saya pusing karena tempatnya berputar-putar. Untung saja ada pemandunya sehingga saya tinggal mengekor di belakang.

Emping jengkol

Akhirnya kami tiba di sebuah gang yang dijadikan pusat produksi emping jengkol. Jadi, di sini home industri emping jengkol. Beberapa Perempuan sedang bekerja di depan rumah, memipihkan jengkol hingga tipis. Bau jengkol sangat menyengat, saya yang tidak pernah makan jengkol menjadi tambah pusing. Akhirnya saya menyelamatkan diri dengan menepi ke ujung gang.

Membuat emping jengkol (dok.pri)

Teman-teman masih mengerumuni dan menyaksikan proses pembuatan emping jengkol. Bahkan beberapa orang dengan senang hati mencicipi emping jengkol yang telah digoreng. Otomatis, mulut mereka bau jengkol deh. Saya harus jauh-jauh dari mereka. Ada juga yang membeli emping tersebut untuk oleh-oleh pulang ke rumah.

Harga emping jengkol ini murah kok. Hanya lima ribu rupiah perbungkus (plastik). Sangat terjangkau bukan? Tapi harga murah tidak menjamin bakal laris manis, kadang penjualan juga sepi.

Emping jengkol (dok.eka)

Untunglah beberapa bulan lalu ada sekelompok mahasiswa yang kemudian melakukan pelatihan digital kepada penduduk setempat. Mereka diajarkan untuk memasarkan secara online produksi emping jengkol ini. 

Produksi emping jengkol tidak bisa setiap hari. Kenapa ? Rupanya tergantung pada musimnya. Musim jengkol tiap 6 bulan sekali, kadang cepat 4 bulan sekali dan terlama sampai 8 bulan sekali. Apabila musimnya lebih lama, maka pembuat emping mesti membeli dan menyetok jengkol lebih banyak dan harga beli murah. Kalau bukan musim, terpaksa hanya sedikit produksi   dan harga beli mahal. Astra Honda Motor juga turut membantu memberikan perlengkapan produksi dan modal.

Satu bungkus emping jengkol dihargai 30 ribu rupiah per 100 gram. Per harinya dari produksi 8 kg jengkol itu kurang lebih menghasilkan 2,5 kg emping jengkol siap goreng. Itu pun kalau jengkol dalam keadaan bagus, jika tidak bagus tentu tidak bisa dijual. Jenis jengkol yang bagus itu jengkol yang sudah tua. 

Arung Jeram 

Di ujung gang, ada gang lain yang menurun ke bawah. Saya tidak menyangka bahwa gang tersebut menuju sungai Ciliwung. Ya, saya tahu kampung Labirin ini di sisi sungai Ciliwung, tapi setelah berputar-putar tadi, ternyata tembus lagi ke sungai Ciliwung.

Ada apa di bawah? Lazimnya yang berada di bawah digunakan untuk mencuci dan aktivitas rumah tangga lainnya. Eh, ternyata ada perahu di sana. Perahu itu digunakan untuk wisatawan yang ingin bermain air. Malah kalau berani, dijadikan arung jeram juga. 

Arung jeram (dok.pri)

Sungguh menantang jika aliran sungai Ciliwung sedang deras. Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke hulu sungai di Sukabumi  untuk mencoba arung jeram. Di sini, kampung Labirin yang ada di tengah kota, tersedia arung jeram. 

Bagi yang tidak suka arung jeram, cukup berfoto saja di atas perahu. Tepian sungai Ciliwung di kampung Labirin ini banyak terdapat batu-batu besar yang bisa dijadikan pijakan. 

Oh ya, meskipun kampung Labirin tidak begitu luas tetapi sangat padat penduduknya. Setidaknya ada lebih dari 200 KK terdaftar di sini. Mereka terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan etnis. Ada yang keturunan Arab, Tionghoa, hingga Sunda asli. Uniknya, banyak juga yang mendapatkan jodoh di dalam satu kampung ini. Jadi boleh dikatakan, penduduk kampung Labirin adalah keluarga besar karena saling berhubungan.