Selasa, 15 September 2020

Yang 'Nyeni' di Art Cafe Depok



 Ada satu kafe yang agak tersembunyi letaknya. Kafe ini tidak berada di jalan utama Margonda, melainkan di jalan Pemuda, kawasan Depok lama. Tetapi tempat ini mudah dicapai dari jalan Siliwangi, setelah RS Hermina dan Pom bensin, ada petunjuk jalan belok kanan ke Pemuda, hanya 50 saja.

Karena tadinya merupakan bangunan lama (banyak bangunan peninggalan Belanda), kafe ini memiliki halaman yang sangat luas. Halaman depan digunakan untuk parkir mobil. Jangan kaget jika melihat patung aluminium yang mirip dengan Hulk. Namanya juga Art Cafe, banyak benda seni di sini. 



Kita bebas memilih tempat mau makan di sebelah mana. Koridor samping dengan meja makan dan bangku kayu panjang atau teras samping yang paralel dengan halaman luas. Halaman itu masih ditumbuhi tanaman besar, seperti pohon rambutan, mangga dsb. Kita bisa main bola tangan di rerumputan.

Tapi kalau senang yang lebih formal, pilih meja dekat tempat pemesanan makanan. Bagi saya tempat ini kurang menarik meski banyak aksesoris benda seni dan jadul. Saya senang ruang yang lebih terbuka dengan pemandangan halaman, maka saya pilih teras samping.



Untuk jenis makanan, lebih banyak menu western. Lidah saya sih oke banget buat makanan seperti ini. Saya pesan sandwich, lengkap dengan French fries yang harganya 45 k. Yah, memang soal harga agak mahal untuk kantong mahasiswa. Burger juga harganya 39 K. Rasanya tidak mengecewakan.



Karena suasana sepi dan tenang, saya betah berjam-jam di sini. Bahkan foto -foto di halaman dengan bantuan kru kafe. Tempat ini cocok untuk menggali imajinasi bagi penulis seperti saya.

Kalau malam juga romantis karena ada lampu-lampu temaram yang dipasang di halaman. Maka pasangan muda pun menyukainya.



Senin, 07 September 2020

Warung Kopi Nako Depok, Tongkrongan Kawula Muda

 


Ada tempat ngopi yang asyik di Margonda Depok. Lokasinya strategis banget, dekat lampu merah yang ke arah jalan Siliwangi, tapi yang ke arah kantor walikota. Namanya Warung Kopi Nako.

Walaupun namanya warung, tapi tempat ini cukup luas, terdiri dari dua bangunan. Bangunan yang satu khusus untuk kedai kopi dan satunya lagi untuk tempat makan. Di sini tersedia masakan Indonesia yang disajikan secara prasmanan. Namun sebetulnya kita bebas mau makan di sebelah mana. Lantai dua ada ruangan ber AC yang bisa digunakan untuk ruang pertemuan.



Kalau saya mau makan, maka saya ke bangunan yang kedua ini. Dan saya lebih suka tanpa AC karena sudah banyak angin. Viewnya jalan Margonda raya dengan bangunan apartemen di seberang. Sedangkan ruangan ber AC, viewnya adalah perkampungan penduduk di belakang.

Sebaliknya jika saya mau ngopi, saya pindah ke kedai kopi. Memang tidak sebesar bangunan untuk makan tapi lantai satu dan lantai dua ber AC. Ada berbagai macam jenis kopi kekinian dengan rate harga standar 18 ribu ke atas. Sedangkan makanan cemilan aneka roti dll.

Tetapi ada alternatif menikmati kopi di halaman, teras, samping atau belakang kedai kopi. Di bagian teras dan samping kedai tersedia bangku-bangku yang terbuat dari kayu. Sedangkan di bagian belakang justru meja dan kursi terbuat dari bata yang disemen, meski begitu ada tanaman untuk memperindah serta dua perangkat meja kursi dari besi.



Warung Kopi Nako ini merupakan cabang dari yang ada di Bogor yang telah beberapa tahun beroperasi. Sedangkan warung kopi Nako Depok, baru setahun dibuka. Tapi animo masyarakat cukup tinggi.

Jika anda datang untuk makan siang, warung kopi ini penuh terisi para karyawan yang bekerja di sekitar Margonda raya. Sementara kalau sore, banyak anak-anak muda yang nongkrong minum kopi.

Kopinya enak, sesuai selera saya. Begitu pula makanan yang disajikan. Oh ya, untuk makan nasi tersedia paket yang lebih murah.