Jumat, 31 Mei 2024

English For Fun, Membuat Anak-anak Menyukai Bahasa Inggris

Ketika saya mengajar Bahasa Inggris di sebuah Bimbel (dok.pri)

Berapa banyak anak-anak usia Sekolah Dasar yang mengerti Bahasa Inggris? Belum ada angka yang pasti, tetapi rata-rata anak-anak belum pernah belajar bahasa Inggris di sekolahnya. Terutama mereka yang ada di daerah-daerah terpencil.

Di kota-kota besar, sekolah -sekolah swasta memasukkan Bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran. Sedangkan di sekolah-sekolah Negeri, karena tidak ada dalam kurikulum, maka Bahasa Inggris tidak diajarkan. Tidak heran jika siswa dari sekolah swasta lebih mudah memahami Bahasa Inggris. 

Mengapa bisa begitu? Hal ini disebabkan pemerintah tidak konsisten dalam menerapkan program pendidikan. Kurikulum  seringkali berubah-ubah seiring dengan pergantian menteri. Setiap kali ganti menteri, ganti pula kurikulum yang diberlakukan pada sekolah-sekolah. Sebetulnya, ini sangat merugikan siswa. 

Pemerintah seharusnya menyadari bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa asing utama yang perlu dipelajari oleh semua anak. Kita berpacu dengan kemajuan zaman dimana Bahasa Inggris akan menjadi jembatan para siswa untuk meniti masa depannya. 

Ketika mereka dewasa, penguasaan Bahasa Inggris merupakan salah satu prasyarat diterimanya seseorang bekerja di sebuah instansi atau perusahaan. Apalagi jika perusahaan tersebut bergerak di bidang multinasional. Bahasa Inggris merupakan skill penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan. 

Bahasa Inggris timbul tenggelam dalam kurikulum Sekolah Dasar. 

"Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing". Slogan dari Badan Bahasa itu terus jadi formula yang didengungkan untuk dilaksanakan  warga negara Indonesia.

Sebenarnya, mata pelajaran Bahasa Inggris di SD bukan hal baru. Bahasa Inggris mulai diajarkan di jenjang SD mulai tahun 1994.  Pada saat itu dikenalkan bukan sebagai muatan lokal tetapi pilihan. Lalu pada kurikulum 2003 dan 2006 Bahasa Inggris menjadi muatan lokal. Tetapi sayangnya, Bahasa Inggris dianggap tidak  perlu pada Kurikulum 2013 sehingga dihilangkan.

Di era kemajuan teknologi informasi yang semakin canggih, komunikasi kita bisa lintas negara, menjangkau seluruh dunia. Dengan internet, kita bisa berinteraksi dengan siapa saja dan dimana saja. Informasi dan berita internasional dapat dengan mudah kita dapatkan tanpa harus bepergian secara fisik.

Dunia anak hingga dunia orang dewasa menggunakan internet. Bahkan game online menjadi konsumsi anak-anak menggantikan permainan tradisional. Sedangkan dunia kerja orang dewasa menggunakan internet untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Namun semua itu akan sulit dilakukan jika kita tidak mengerti Bahasa Inggris. Karena pada umumnya, yang digunakan adalah Bahasa Inggris. 

Itulah sebabnya, maka mata pelajaran Bahasa Inggris merupakan suatu keharusan. Bahasa Inggris harus masuk ke dalam kurikulum sekolah, dan menjadi mata pelajaran wajib. 

Bahasa Inggris Jadi Mata pelajaran  Wajib SD Mulai 2027/2028

Syukurlah kini telah diterbitkan Permendikbudristek No 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum Jenjang PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, bahasa Inggris ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028.

Memang status Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan berlaku hingga tahun ajaran 2026/2027. Menyikapi kebijakan ini, Kemendikbudristek telah melakukan beberapa upaya persiapan. Jadi, program ini tidak boleh dilakukan secara serampangan, tetapi melalui beberapa tahap. 

Hal terpenting adalah meningkatkan kualitas guru Bahasa Inggris. Menyadari bahwa guru adalah  garda terdepan pendidikan, maka  Kemendikbudristek memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada 490 guru bahasa Inggris bekerjasama dengan British Council. Dan ini harus berlanjut hingga seluruh guru Bahasa Inggris memiliki kemampuan yang sama sesuai dengan standar internasional. 

Di sisi lain, orang tua harus juga memiliki inisiatif untuk menunjang putra putrinya belajar Bahasa Inggris, di luar pendidikan resmi di Sekolah. Misalnya dengan mengikuti les di sebuah lembaga pendidikan seperti Bimbel (Bimbingan Belajar). 

Pengalaman menjadi guru Bimbel 

Saya pernah menjadi guru Bahasa Inggris pada sebuah lembaga Bimbel di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Banyak orang tua yang memasukkan anak-anaknya untuk belajar Bahasa Inggris.

Provinsi Kepulauan Riau, berbatasan dengan dua negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia. Tak heran jika banyak wisatawan dari dua negara tersebut. Sebaliknya, penduduk di provinsi ini juga sering melancong ke sana.  Mau tak mau, tentu penduduk Kepulauan Riau harus berinteraksi dengan Bahasa Inggris. Itulah sebabnya anak-anak dididik sejak dini untuk belajar bahasa tersebut. 

Saya melihat bahwa anak-anak justru lebih mudah belajar Bahasa Inggris daripada orang dewasa yang baru mulai belajar. Anak-anak mudah menyerap apa yang diajarkan karena daya ingat mereka masih kuat dan belum memikirkan banyak hal. 

Tentu saja cara mengajar Bahasa Inggris pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Anak-anak masih dalam fase bermain, karena itu mengajarkan Bahasa Inggris juga harus menyenangkan seperti saat mereka bermain. Saya menyebutnya English For Fun. Mereka belajar dari kegiatan keseharian, baik itu di rumah, di sekolah maupun di tempat bermain. Dengan cara itu, mereka selalu antusias dan bersemangat dalam mempelajari Bahasa Inggris. 

Cakap Kids Academy 

Nah, di kota besar seperti Jakarta hal ini lebih mudah dilaksanakan. Apalagi ada lembaga Kursus bahasa asing anak seperti Cakap Kids Academy. Bagi yang belum tahu, Cakap Kids Academy adalah tempat yang paling tepat bagi anak-anak untuk belajar Bahasa asing. Terutama Bahasa Inggris.  Kegiatan-kegiatan di Cakap Kids Academy merangsang anak-anak, bersifat interaktif. Guru-guru yang membimbing mereka merupakan guru-guru yang memiliki kredibilitas tinggi. 

Beberapa metode yang digunakan, misalnya:

1. Aktifitas di luar. Sebagai contoh, anak-anak diajak ke sebuah supermarket terdekat. Di sana anak-anak dilatih untuk mengenali dan menyebut benda-benda yang dijajakan dalam bahasa Inggris. 

2. Game online dan offline. Bisa dikatakan anak-anak sangat menyukai game. Karena itu lebih mudah bagi mereka mengenal unsur-unsur di dalam game dalam bahasa Inggris.

3. Lagu-lagu. Anak-anak juga senang menyanyi. Mendengarkan musik dan menyanyikan lagu tidak hanya merangsang kecerdasan anak tetapi juga daya ingat terhadap setiap kata yang ada dalam lagu tersebut. 

4. Binatang. Dimulai dari hewan-hewan peliharaan yang ada di rumah, hingga hewan-hewan yang sering menjadi karakter dalam sebuah film animasi. Mereka akan mengingat karakter yang mereka sukai dengan baik. 

5. Aktifitas di dalam ruangan. Anak-anak diminta untuk mengenali dan menyebutkan benda-benda yang ada di dalam ruangan serta kegiatan yang dilakukan. 

Anak belajar mengenal benda-benda dalam ruangan dalam bahasa Inggris (dok.cakapkidsacademy)

Selain itu di Cakap Kids Academy, orang tua bisa belajar parenting. Jadi, bila ada orang tua yang mempunyai masalah dengan anak-anaknya, mereka bisa berkonsultasi untuk mencari solusi yang terbaik. Mereka bisa bertukar pikiran dengan bebas bersama para pakar yang sudah berpengalaman. 

Beberapa hal penting dalam parenting:

1. Saling mendengarkan. Orang tua harus melakukan komunikasi dua arah kepada anak. Beri kesempatan pada anak untuk didengar.

2. Memberikan dukungan emosional. Dukungan dari orang tua sangat penting untuk anak agar dia merasa percaya diri dan menjadi pribadi tangguh.

3. Mendorong kemandirian. Menyayangi anak bukan berarti memanjakan. Latih dia menjadi mandiri dengan memberikan kepercayaan melakukan sesuatu. 

4. Menyediakan lingkungan yang aman dan menyenangkan. Ini penting agar jiwa anak bertumbuh secara normal dan merasa bahagia. 

Sekarang ini untuk mengajarkan dan mengasah anak-anak belajar Bahasa Inggris, orang tua tidak perlu susah payah antar jemput ke gedung bimbel. Anak-anak bisa mengikuti Kursus Bahasa Inggris Anak Online. Jadi sekarang belajar Bahasa Inggris jauh lebih praktis. 

Beberapa paket-paket pembelajaran dapat dipilih orang tua bagi anak-anaknya. Tentu saja disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mereka. Untuk lebih jelasnya, silakan disimak di website Cakap Kids Academy. 



Banner lomba blog Cakap



Jumat, 24 Mei 2024

Ketika Terpaksa Membuat Jamu Sendiri

 

Sebagian rempah yang saya gunakan untuk membuat jamu (dok.pri)

Beberapa bulan ini saya menderita sakit. Qadarullah, Allah memberi saya ujian berupa rasa sakit selama hampir empat bulan. Sakit yang membuat saya tidak bisa menunaikan salat secara normal, tetapi sambil duduk. Meskipun begitu saya tidak ingin mengeluh. Selain menerima ketentuan Allah, saya juga harus berusaha mengobati agar sembuh.

Hal ini bermula pada tanggal 15 Februari lalu. Setelah dari warung dan hendak melangkah ke teras, tiba-tiba saya terjatuh. Ada rasa otot yang tertarik di betis kiri. Untungnya ada tetangga sebelah yang melihat dan sigap menolong. Dia memapah saya ke pintu. Setelah itu rasa sakit menyengat di lutut dan pinggang belakang, menyebabkan saya hanya bisa merambat ke dalam. 

Malam harinya tubuh saya demam tinggi. Saya tidak memberitahu siapa pun. Sebab, saya punya prinsip kesulitan adalah urusan saya dengan Allah. Semua persoalan saya selesaikan sendiri, hanya bersama Allah. Saya memang hidup seorang diri. Ya, karena saya adalah "single fighter". 

Tiga hari kemudian saya ke dokter diantar keponakan terdekat Dokter mengatakan saya mengalami syaraf kejepit. Tapi dia hanya memberikan obat -obat pereda nyeri, tidak mengobati pangkal penyakitnya. 

Kebetulan adik angkat saya menghubungi menanyakan kabar. Saya ceritakan pada dia keadaan yang sebenarnya. Dia menyarankan untuk diurut. Akhirnya adik tersebut menjemput dan membawa saya untuk diurut.

Dua bulan saya  hampir sembuh,  berani keluar menghadiri sebuah acara blogger. Tak disangka ketika pulang saya mengalami kecelakaan, jatuh dari ojol. Saya kecemplung di got. Akibatnya, kedua lutut bengkak dan sakit. Saya jalan terpincang-pincang. 

Terpaksa membuat jamu

Kali ini saya berusaha mengobati kaki pada seorang ustadz di Bogor, yang direkomendasikan salah seorang teman blogger. Dia pandai urut dan bekam. Maka pertengahan bulan Mei lalu saya meluncur ke rumah dia.

Sang ustadz yang sekaligus tabib ini mengurut saya begitu seksama. Sampai saya menjerit-jerit kesakitan. Ya, dia membetulkan urat-urat yang salah tempat dan bergeser akibat saya jatuh. Tetapi dia mendeteksi penyakit lain. Pak ustadz mengatakan saya terkena asam urat, diabetes, kolesterol tinggi dan tukak lambung. Ia meminta saya untuk memeriksa darah sebelum pengobatan lebih lanjut. 

Terkejut saya mendengarnya. Ya, memang betul kaki sering cenat cenut dan panas. Saya teringat ibunda dahulu menderita diabetes. Saya tidak boleh berdiam diri, harus berusaha agar penyakit ini bisa dikendalikan. Saya ingin membuat jamu

Menurut Wikipedia, jamu adalah ragam pengobatan tradisional di pulau Jawa (dan juga termasuk Bali dan Madura), yang aslinya dan secara budaya berakar dari herbologi Jawa.  Secara tradisional, Jamu digunakan sebagai pengobatan dalam bentuk ekstrak atau sari ramuan yang dimanfaatkan untuk mengobati penyakit umum dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penyakit.  Berbagai macam rempah direbus dan dicampur untuk khasiat pengobatan, terutama dari bahan herbal yang terbuat dari sumber daya alam (baik nabati maupun hewani); seperti akar, kulit kayu, bunga, biji, daun dan buah,  madu, royal jelly, susu dan telur ayam kampung. 

Jamu juga telah ditetapkan sebagai warisan tak benda oleh UNESCO. Jadi, jamu sudah terpercaya sebagai obat yang diresepkan oleh nenek moyang kita. 

Pohon salam di depan rumah ( dok.pri)

Keputusan saya adalah membuat ramuan jamu sendiri dari bahan-bahan herbal alami untuk mengobati penyakit-penyakit tersebut. Ada dua pertimbangan mengapa saya melakukannya. Pertama, keuangan saya tidak cukup jika berobat ke dokter berulang kali. Kedua, saya lebih percaya pada khasiat jamu sebagaimana yang tertanam sejak kecil, saat ibu sering memberikan jamu untuk saya minum. 

Nah, saya sering mengikuti apa yang dipaparkan dalam akun Instagram dr. Zaidul Akbar, seorang dokter muslim yang selalu memberikan resep obat herbal. Saya pun mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan.

Apel hijau Malang dan sereh untuk radang sendi (dok.pri)

Untuk mengobati asam urat dan diabetes, saya merebus daun salam 5 - 7 lembar, diminum dua kali sehari. Untuk menurunkan kolesterol dan mengobati pencernaan saya membuat ramuan dari jahe, sereh dan daun pandan. Sedangkan untuk mengobati tukak lambung saya menggunakan ramuan jahe, sereh dan gula merah. Untuk radang sendi saya menggunakan apel hijau Malang dan sereh 

Saya minum ramuan-ramuan itu secara intensif setiap hari. Dalam seminggu hasilnya mencengangkan. Ketika saya memeriksa darah pada hari Senin 20 Mei, hasilnya membuat saya gembira. Gula darah saya normal, demikian pula asam urat sudah rendah. Hanya kolesterol yang masih agak tinggi. Saya atasi dengan minum rebusan daun pandan. 

Saya membawa hasil itu kepada Pak ustadz ketika berobat lagi. Dia lihat bahwa telapak kaki sudah normal, tumit tidak bengkak. Karena itu dia melanjutkan pengobatan dengan melakukan bekam. Pengobatan cara bekam adalah anjuran Rasulullah, dan saya sudah pernah melakukannya beberapa tahun lalu. 

Bahu atau pundak saya kaku dan tegang karena tingginya kolesterol. Begitu juga dengan leher. Karena itu Pak ustadz memasang alat-alat bekam di bahu dan punggung. Selain itu juga di kaki yang sakit karena jatuh. Dalam waktu yang tidak begitu lama, mangkuk-mangkuk bekam terisi darah kotor, hitam. Pak ustadz mengumpulkan untuk dibuang. Setelah itu bahu saya terasa jauh lebih ringan. 

Menyaring jamu (dok.pri)

Meskipun sudah normal, saya tetap melanjutkan minum ramuan jamu untuk menjaga agar darah lebih stabil dan tidak ada penyumbatan. Di sisi lain, saya juga menjaga asupan agar tidak menjadi penyakit yang menggerogoti tubuh. 

Jamu lain yang dikonsumsi 

Selain membuat ramuan jamu sendiri, saya juga membeli jamu secara online. Terutama yang terbuat dari bahan yang sulit didapatkan. Misalnya wedang uwuh, yang saya pesan dari Yogyakarta. 

Manfaat Wedang Uwuh:

• Mengatasi Asam Urat

• Mencegah Penyakit Jantung

• Meningkatkan Sistem Imun

• Mengobati Batuk Dan Pilek

• Menstabilkan Gula Darah

Satu kemasan wedang uwuh (dok.pri)

Wedang uwuh tersebut sudah dikemas dalam ukuran untuk satu kali minum dengan bahan-bahan yang dikeringkan, ditambah gula batu. Satu kemasan plastik harganya hanya seribu Rupiah, murah kan. Karena itu beli sekaligus 20 kemasan. 

Komposisi wedang uwuh:

• Kayu Secang

• Kayu Manis

• Daun Pala

• Daun Cengkeh

• Sereh

• Kapulaga

• Jahe Kering

• Gagang Cengkeh

• Cengkeh Kering

• Daun Kayu Manis

Merebus wedang uwuh (dok.pri)

Namun saya juga berlangganan jamu sepeda. Soalnya sudah tidak ada jamu gendong. Si penjual jamu sekarang menggunakan sepeda. Penjual jamu ini suami istri. Mereka berdua lewat pada jam yang berbeda. 

Jamu yang saya beli biasanya adalah kunyit asem, kadang ditambah sirih. Satu gelas kecil hanya tiga ribu. Atau jamu pahitan, yang rasanya pahit sekali. Ada juga jamu asam urat seharga 9 ribu. Tapi kalau minum setiap hari, cukup makan biaya. Jadi lebih baik membuat sendiri. 


Jamu sepeda langganan (dok.pri)


Sabtu, 13 April 2024

The History of Waist Training: From Ancient Practices to Modern Trends


The practice of cinching the waist using waist trainers or corsets is called waist training, and it helps achieve an hourglass figure. It has a varied and rich history that goes back centuries. It has its origins in ancient civilizations, and in modern times it has resurged as a very popular trend.

It has evolved alongside fashion ideals and many cultural norms. We want to go much deeper into the fascinating history of  waist trainer drop shipping tracing the roots back to ancient practices to continue with the modern-day practices and manifestations.

Waist training ancient beginnings

The waist training practice can be traced back to ancient civilization. Back then some garments were used to shape and define the waistline. For example, in ancient Egypt, women used to wear linen bands or girdles around their midsections to accentuate their curves and also create their desired silhouette.

These early garments were often adorned with decorations and embroidery, which reflected the importance that Egyptian society placed on femininity and beauty. Ancient Roman and Greek women used garments known as "strophium", which was a breast band that extended down to the waist. It supported and shaped the torso.

Believe it or not, these early forms of waist training served as status symbols and societal standing while also being quite functional. They were elaborated with materials and designs that were only reserved for the elites. Surely, they would have had something similar to waistdear reviews to know where to get the best ones.

Corsetry during medieval times

During this period, the waist training concept evolved with the introduction of the corsets. These were structured garments that were made of stiffened fabrics or even whalebones. During this time, corsets were worn by women of all societal classes so they could achieve a fashionable silhouette. This was characterized by full hips and a narrow waist.


Initially, these corsets were laced at the back or the front and were also worn over a chemise to provide support and shaping to the torso area. The designs or corsets kept evolving, and in the Renaissance, these garments became more elaborate and featured intricate boning and even embellishments like embroidery, lace, or decorative stitching. They were also often tailored to conform to some idealized proportions, that had an emphasis on an ample bust and small waist.

The rise of tightlacing and the Victorian era

During this era, the waist training culture had a peak with the practice of tightlacing, which was the art of cinching the waist to extreme proportions using corsets that were tightly laced. The hourglass figure during this time was idealized as the epitome of beauty and femininity.


It became such a social phenomenon, that made women of all social classes and backgrounds strive to achieve these idealized tiny waists. The corsets were progressively laced tighter over time, and the help of maids of family members was needed to reduce the waistline.

Tightlacing was not only recognized for its ability to create a more fashionable silhouette, but it did carry some risks for health complications, which included organ displacement, skeletal deformities, and restricted breathing.

Contemporary Trends and Modern Resurgence

In recent decades, waist training has experienced a resurgence of popularity, thanks to celebrity endorsements, social media influencers, and even the athleisure culture, which includes wholesale yoga legging. Modern garments involve the use of waist trainers made out of neoprene, latex, or other compression materials.


They have been designed to provide targeted compression, especially to the midsection area as well as to stimulate thermal activity and promote perspiration which aids in shaping and slimming the waistline.

Contrary to the restrictive garments of the past, modern waist trainers are worn often during workouts and even as part of everyday outfits. They offer a more flexible and comfortable alternative to corsets. It has also become a more inclusive practice, as it's now offering a wide range of styles and sizes, that will accommodate diverse preferences and body types.




Jumat, 05 Januari 2024

Gen Z Butuh Pemimpin yang Kuat Seperti Prabowo

Prabowo Subianto (dok.ig.prabowo)

 Gen Z, yang merupakan generasi muda zaman sekarang tentu memiliki pandangan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Hal ini dipengaruhi dengan perkembangan teknologi yang mendominasi dunia mereka. Sat-set itulah yang disukai oleh gen Z, kerja cepat dan gerak cepat. 

Begitu pula dalam menentukan calon pemimpin yang dianggap layak bagi mereka. Tipe pemimpin seperti itu ada pada capres Prabowo Subianto. Sebagai orang yang dibesarkan dalam dunia militer, geraknya terorganisir, cepat dan tepat sasaran. Tanpa banyak bicara tapi hasilnya ada. 

Di samping itu, Prabowo Subianto juga memiliki beberapa kelebihan, karakter yang sejalan dengan gen Z. Kelebihan-kelebihan ini tidak ada pada capres lainnya. Pengalaman yang menempa Prabowo menjadi titik penting yang membuat dia sangat menonjol.

Beberapa kelebihan Prabowo:

1. Disiplin

Sebagai orang militer, Prabowo sudah terbiasa hidup secara disiplin. Ia tidak suka menunda pekerjaan, semua harus dilakukan secara tepat dalam waktu yang telah ditentukan. Karena itu, target-target yang harus dicapai, pasti terlampau kecuali jika ada sesuatu yang luar biasa.

Orang yang tidak terbiasa dengan disiplin, lebih sering mengabaikan batas waktu. Hal ini berbahaya dalam sistem pemerintahan karena efeknya akan dirasakan seluruh rakyat. Padahal rakyat harus diutamakan. Kesejahteraan rakyat menjadi prioritas dari pembangunan.

2. Terpercaya

Prabowo sudah dikenal sebagai orang yang berdedikasi. Semua pekerjaan yang diserahkan kepada dia, mampu diselesaikan dengan baik. Karena itu dia adalah tokoh yang mendapat kepercayaan dari berbagai pihak, bahkan juga sampai keluar negeri.

Beberapa dekade yang lalu, Prabowo pernah dipercaya menjadi pelatih pasukan di kerajaan Jordania. Hal ini karena kemampuan Prabowo yang tinggi di bidang militer sehingga kerajaan Jordania memilih dia untuk  melatih pasukan mereka.

3. Tegas dan disegani 

Karakter  tegas dan disegani ada pada sosok yang terlatih di bidang militer seperti Prabowo Subianto. Kadang ada orang yang salah menafsirkan bahwa tegas adalah galak, padahal untuk memberikan garis batas apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Apalagi dalam mengurus negara Indonesia yang sangat luas dan memiliki sumber daya alam yang banyak serta berbagai macam suku bangsa. Butuh kepemimpinan yang tegas untuk menjaga persatuan dan kesatuan dari ancaman yang datang dari dalam dan luar negeri.

4. Siap berkorban

Prabowo Subianto sudah tidak memiliki ambisi pribadi. Dia hanya ingin berbakti kepada bangsa dan negara Indonesia yang dia cintai. Prabowo siap mengorbankan apa yang dimilikinya untuk tanah air.

Jangankan untuk negara sendiri, bahkan untuk rakyat Palestina, Prabowo telah menyumbangkan uang sebesar Rp. 1 milyar. Karena Prabowo sudah cukup kaya, tidak perlu mencari kekayaan lagi. Kalau tidak memiliki kekayaan, nantinya bisa terjebak korupsi. 

5. Relasi dan diplomasi

Prabowo Subianto mempunyai relasi yang luas di dunia internasional seiring dengan pengalaman di masa lalu. Jadi dia juga sudah biasa berdiplomasi dengan wakil-wakil dari negara-negara lain. Ia paham situasi internasional yang sangat penting bagi eksistensi Indonesia. 

Karena itu, penguasaan bahasa asing adalah salah satu kelebihan Prabowo Subianto. Dia sudah banyak menjalin kerjasama, hubungan bilateral, berkomunikasi dengan berbagai pihak dari luar negeri. 

Di dalam negeri, Prabowo Subianto juga cukup dekat dengan para ulama dan tokoh masyarakat. Dia mau mendengarkan suara rakyat dan memperhatikan kemajuan generasi muda.

Prabowo Subianto (sumber: pinterest)