Rabu, 31 Mei 2023

Yuk Ikutan Pokemon Air Adventures di Indonesia

Menparekraf Sandiaga Uno dan Pokemon (dok.pri)

Tahu tentang Pokemon? Ini film kartun yang digemari anak-anak di seluruh dunia. Karakter dalam film Pokemon lucu dan menggemaskan. Tak heran jika merchandise Pokemon banyak diburu kolektor dan harganya tidak murah.

Saya masih ingat bagaimana dahulu keponakan-keponakan minta dibelikan boneka Pokemon. Saya harus mencari dan mengubek-ubek toko mainan di Pasar Baru untuk mendapatkannya.

Ternyata sekarang produser film Pokemon,The Pokémon Company bekerja sama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf) dan Garuda Indonesia meluncurkan proyek Pokemon Air Adventures. Tujuannya adalah memeriahkan pariwisata domestik serta menjadikan Indonesia tujuan wisata internasional. Niantic Inc. selaku pengembang Pokémon GO juga turut serta berpartisipasi dalam proyek  ini.

Selasa, tanggal 30 Mei 2023 berlangsung  acara konperensi pers dan seremonial penandatanganan kerjasama Pikachu Pokémon Air Adventures yang diselenggarakan di Ballroom A Hotel Kempinski, Jakarta. Dalam kesempatan itu hadir Mr. Susumu Fukunaga dari The Pokémon Company, Mr. Omar Tellez dari Niantic Inc., Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama dan CEO Garuda Indonesia dan juga Sandiaga Uno Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.

Penandatanganan kerjasama (dok.pri)

Mereka menandatangani Proyek Pokémon Air Adventures di Indonesia. Pesawat Pikachu Jet "mangkal" di negara kita lho. Perlu diketahui, proyek ini  pertama dilakukan tahun 2021 yang bekerja sama dengan Skymark Airlines, sebuah maskapai penerbangan dari Jepang. Melihat animo penumpang maskapai yang cukup antusias dengan hadirnya Pikachu Jet ini membuat proyek Pokémor Air Adventures berlanjut hingga mencapai lima kolaborasi dengan berbagai maskapai penerbangan di dunia, di antaranya adalah Taiwan dan Singapura.

Kini The Pokémon Company dan Pokémon GO membawa pengalaman Pokémon Air Adventures ke Indonesia. Kemenparekraf/Barekraf bersama Garuda Indonesia menyetujui konsep yang dibawa Pokémon yaitu menghadirkan keceriaan berwisata dengan menghubungkan antar orang dengan orang serta orang dengan komunitas dengan Pokémon Air Adventures.

Peluncuran program Pokemon Adventures dan Pikachu Jet (dok.pri)

Fenomena memperlihatkan, setelah masa pandemi banyak orang yang melakukan perjalanan atau bepergian. Mereka  berwisata kembali dengan menggunakan pesawat udara. Dengan hadirnya Pokémon Air Adventures ini ingin membawa lagi kesenangan dan keceriaan saat bepergian sekaligus untuk kembali memeriahkan pariwisata domestik Indonesia yang mulai menggeliat.

Program ini tidak hanya menyasar turis dalam negeri. Pokémon Air Adventures ini juga diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara untuk ikut merasakan perjalanan yang menyenangkan ke berbagai tempat wisata di Indonesia. Bersama Garuda Indonesia meluncurkan Pikachu Jet yang bertema Pokémon yang tentunya sudah cukup dikenal oleh masyarakat melalui permainan/game dan animasinya.

Nah, kalau ingin merasakan petualangan yang berbeda bersama Pokemon, ikut saja naik Pikachu Jet. Tentu ini akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan untuk keluarga anda. 

Saya dan Pokemon (dok.pri)


Rabu, 10 Mei 2023

Kusta Penyakit Kutukan? Yuk Tinjau dari Perspektif Agama

 

Talk show Kusta Dalam Perspektif Agama (dok.pri)
Penyakit kusta itu sangat mengerikan. Begitulah yang tertanam dalam benak aku ketika masih kecil. Aku melihat gambar jari-jari orang yang mengidap kusta seperti dimakan vampir, berkurang dan semakin pendek karena ujungnya membusuk.

Bahkan aku pernah membaca, ketika zaman penjajahan Jepang, ada satu desa di mana penduduknya dijangkiti penyakit kusta. Tentara Jepang urung memasuki desa itu karena takut ketularan. Mereka terbirit-birit melarikan diri jika bertemu dengan orang yang mengidap penyakit kusta.

Jadi, ada pertanyaan dalam benakku, kok penyakit itu menakutkan sekali. Banyak yang bilang kalau penyakit itu adalah kutukan. Konon penyakit itu adalah hukuman bagi pendosa. Karena itu menjauhlah dari orang-orang yang terkena kusta, agar kita tidak ikut terkena dosanya. 

Namun pemerintah Republik Indonesia tidak tinggal diam. Perlahan penyakit ini mulai dibasmi dengan pemberian gizi kepada masyarakat dan melakukan pengobatan yang intensif. Sayangnya, masih saja ada orang yang berpandangan bahwa penyakit kusta adalah sebuah kutukan. 

Tinjauan agama

Suatu fakta bahwa masyarakat Indonesia menganut agama. Sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam. Lalu ada kristen, Budha, Hindu, Khonghucu, dan kepercayaan lain. Apakah tidak ada tuntunan tentang penyakit kusta? 

Flyer talk show (dok.kbr.id)

Kebetulan pada  Senin 8 Mei 2023, aku mendapat kesempatan mengikuti talkshow yang diselenggarakan NLR Indonesia melalui  KBR di segmen Ruang Publik. Tema yang diangkat adalah "Kusta Dalame Perspektif Agama. Ada dua dua nara sumber yang hadir yaitu Ustadz Muhammad Iqbal Syauqil Al Ghiffary dan Pdt. (Emeritus) Corinus Leunufna - Pendeta & ΟΥΡΜΚ.

Acara yang berlangsung live streaming melalui YouTube ini membuat saya tercerahkan tentang perspektif kusta dalam agama. Banyak hal yang terungkap dan dijelaskan oleh narasumber. 

Ustadz Iqbal (dok.pri)

 Ustadz Iqbal yang juga seorang dokter umum, menerangkan penyakit kusta sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Penyakit ini dianggap sangat berbahaya sehingga ada doa khusus dalam hadits sebagai bentuk perlindungan Nabi kepada Tuhan agar terlindung dari penyakit kusta. "Doa ini bisa dilacak sampai Nabi Muhammad. Ada sanadnya." jelas ustadz Iqbal. 

Rasulullah berdoa,"Ya Allah, kami berlindung dari penyakit yang buruk (kusta)". 

Bagaimana tidak berbahaya, penyakit kusta membuat penderita menjadi  cacat. Gambaran penyakit kusta pada fase yang lebih lanjut, akan mengalami mutilasi (yang tampak seperti dipotong, semakin memendek) sehingga menyebabkan pasien  menjadi disabilitas. 

Tetapi Rasulullah tidak pernah mengatakan bahwa kusta adalah kutukan. Bahkan beliau memperlakukan orang yang mengidap penyakit kusta dengan baik. 

Meskipun ada rasa takut (tertular) pada Nabi Muhamad namun nabi tidak mendiskriminasikan umatnya. Pada masa itu istri Rasulullah berkenan makan bersama penderita kusta. Yang diajarkan nabi untuk para umatnya untuk tetap waspada dan berhati-hati.

Pdt Corinus Leunufna (dok.pri)

Nah, sekarang kita tinjau dari agama Kristiani.  Ternyata Pdt. (Emeritus) Corinus Leunufna, selain seorang rohaniawan juga OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta). Ia menceritakan bagaimana awalnya ketika menderita kusta.

"Waktu itu tanggal 16 Juni 2016 kondisi tubuh saya seperti mati rasa, sangat tidak enak. Saya pergi ke puskesmas, melalui pemeriksaan,  dokter kemudian menyatakan saya terkena Kusta. Dunia serasa berputar bahkan runtuh. Saya minum obat tanpa putus selama setahun. Dan pada Mei 2017 saya dinyatakan sembuh"

Pendeta sempat merisaukan stigma yang ada dalam masyarakat terhadap penderita kusta. Tapi pengalaman membuktikan bahwa penyakit kusta bukan merupakan penyakit kutukan, melainkan ujian dari Tuhan. 

Sebagaimana dalam ajaran Islam yang aku ketahui, penyakit merupakan ujian bagi orang-orang yang beriman. Ujian atas kesabaran hamba-hamba-Nya. Orang yang bersabar terhadap sakitnya mendapatkan dua hal: pahala atas kesabaran dan pengguguran dosa-dosa yang pernah dilakukan. 



Jumat, 05 Mei 2023

Aktivitas Tanpa Batas Liburan Lebaran Bersama IndiHome

Saya berselancar di internet (dok.pri)

  Liburan lebaran cukup panjang karena pemberlakuan cuti bersama untuk seluruh karyawan. Rangkaian acara didominasi oleh silaturahmi antara keluarga, tetangga dan teman-teman. Namun setelah euphoria makan ketupat dan berkeliling untuk bersalaman, maka ada kekosongan waktu yang seringkali dilewatkan. Ada yang cuma rebahan, ada juga yang melanjutkan jalan-jalan.

Sebenarnya kita tetap bisa melakukan aktivitas tanpa batas selama liburan jika di rumah tersedia internet. Beruntung keluarga saya telah lama menggunakan Internetnya Indonesia, yaitu IndiHome. Telkom Indonesia melalui IndiHome menjanjikan jaringan tercepat dan stabil ke seluruh Indonesia. Dan ini sangat membantu saya dan keluarga dalam menyambung komunikasi, silaturahmi dan menuntaskan pekerjaan.

IndiHome adalah internet provider terbaik. Karena itu keluarga saya hanya mempercayakan masalah internet pada IndiHome. Selama ini terbukti sangat efektif dalam menunjang beragam aktivitas keluarga. Internet dimanfaatkan untuk bekerja, belajar dan mencari hiburan. Tidak percaya? Sini saya ceritakan.

Komunikasi & silaturahmi

Keluarga saya terpencar, tidak hanya berada di satu kawasan. Namun jaringan IndiHome memungkinkan kami tetap saling berhubungan. Kakak pertama saya ada di Pulau Bintan, provinsi Kepulauan Riau. Sedangkan salah satu anaknya (keponakan saya) tinggal di Depok, sama seperti saya. Tetapi hal itu tidak menjadi halangan, kami sering berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan lancar berkat internet.

Video call kepada ibunya (dok.pri)

Keponakan saya hampir setiap hari melakukan video call dengan ibunya. Ini bagus sih, sebagai bentuk perhatian seorang anak kepada orang tua agar tidak merasa kesepian. Orangtua yang jarang berkomunikasi dengan anak bisa mengalami stress dan berpengaruh terhadap kesehatan. Video call melalui aplikasi WA ini dibuat grup, dalam satu layer tampil beberapa orang,  sehingga saya pun sering ikutan dalam waktu bersamaan.

Tahu gak, ketika video call group itu berlangsung, kami dalam keadaan santai. Ada yang sambal makan, ada yang sambal tiduran atau bahkan sambal menonton televisi. Kami bisa saling tertawa, mengejek atau menggoda satu sama lain. Terasa seru meskipun kadang yang dibicarakan adalah hal yang sepele seperti apa yang dimakan pada hari ini. Komunikasi tersebut lancar dengan adanya IndiHome.

Hiburan

Nonton bareng film seru seperti yang ada di bioskop juga bisa dilakukan di rumah. Pilih saja saluran yang menyajikan film-film box office dunia. Misalnya film-film produksi Marvel Studio yang disukai oleh anak-anak hingga orang dewasa seperti  super heroes Superman, Thor, Batman, Spiderman dan sebagainya. Kami nonton beramai-ramai sambil memakan camilan atau kue-kue lebaran.

Nonton film Spiderman (dok.pri)

Selain menonton film, kami juga suka menyanyi. Jadi, kalau sudah bosan menonton, kami akan setel lagu-lagu favorit dari YouTube yang tersambung ke televisi. Saya paling suka karaoke dengan menyanyikan lagu-lagu irama slowrock atau rock and roll. Tetapi kadang beda selera dengan keponakan. Soalnya, yang remaja biasanya menyukai lagu-lagu cinta. Uniknya, tidak ada keponakan yang menggandrungi boyband/girlsband dari Korea seperti kebanyakan remaja lainnya.

Bekerja membuat konten

Berhubung saya adalah content creator, maka sedapat mungkin tetap membuat konten di sela-sela keceriaan liburan. Saya masih bisa menulis, membuat artikel yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Selain menulis, juga membuat video untuk personal branding di media sosial. Justru dengan banyaknya “pasukan”, saya bisa meminta bantuan.

Keponakan-keponakan yang remaja sangat mudah diminta untuk membantu mengambil gambar atau merekam video. Mereka sangat paham teknologi, cepat mengerti apa yang saya maksud. Karena itu, pekerjaan yang membutuhkan foto dan video dapat diselesaikan lebih cepat. Kemudian saya tinggal mengunggahnya di website serta media sosial yang saya miliki.

Saking mudahnya, maka saya mempunyai banyak waktu untuk santai. Misalnya ngopi-ngopi dalam temaramnya senja. Kebetulan di lantai atas dibuat rooftop, sehingga saya bisa ngopi sambal memandang langit yang terbentang luas. Betapa nikmatnya minum kopi sambal melihat bulan dan bintang. Anda setuju?

Saya membuat konten tulisan (dok.pri)


#AktivitasTanpaBatas

#InternetnyaIndonesia

#BerkontenRiaBersamaIndiHome

#IndiHomeBlogCompetition

Senin, 01 Mei 2023

Banyak Jalan Mencari Cuan Dengan IndiHome

 

Menghadiri undangan sambil diam-diam bikin konten (dok.pri)

Kamu merasa kebutuhan semakin tinggi tetapi pendapatan tidak pasti? Jujur, itulah yang saya sering saya rasakan. Sebab faktanya harga sembako (sembilan bahan pokok) terus merambat naik, sulit untuk turun. Bagi yang memiliki pekerjaan tetap, mungkin tidak begitu menjadi masalah. Tapi bagi saya yang freelancer, menjadi kembang kempis. 

Saya harus putar otak, mencari segala cara untuk menghasilkan uang. Tentu dengan cara yang halal ya, jangan sampai makan uang haram agar hidup menjadi berkah. Nah, mendapatkan solusi cara mencari cuan memang susah-susah gampang. Saya akui, kadang saya merasa berada di jalan buntu. 

Namun sebagai hamba Tuhan, kita dilarang putus asa. Sebab itu berarti kita tidak percaya pada Yang Maha Pemurah dan Penyayang. Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Maksudnya, banyak jalan mencari cuan. Kita diberi akal oleh Tuhan, pergunakan itu dengan sebaik-baiknya.

Apa saja yang harus kita lakukan?

1. Bercermin

Maksudnya, kita melihat ke dalam diri sendiri. Apa sih yang sudah kita punya? Potensi apa yang ada? Tuhan pasti telah memberikan banyak anugerah dan kelebihan pada setiap hambaNya. 

Maka, asahlah potensi dan kelebihan pada diri kita sebaik mungkin. Pertajam dengan kesempatan yang ada di hadapan atau di sekitar kita. Misalnya kemampuan menulis, harus diasah dengan rajin menulis dan membaca. 

Kemudian, lihat Di sekeliling kita, anugerah apa yang telah Allah berikan kepada kita? Apakah itu rumah yang nyaman, pakaian, makanan, hingga perangkat yang bisa menunjang pekerjaan kita. Seperti halnya jika kita sudah memiliki akses internet tercepat Di Indonesia, yaitu IndiHome. Bersyukurlah kita bahwa Telkom Indonesia menjadikan IndiHome sebagai ujung tombak Internetnya Indonesia.

Dengan IndiHome sebagai internet provider ini membuka peluang yang sebesar-besarnya untuk mencari cuan. IndiHome adalah Internetnya Indonesia, mempunyai jaringan kuat ke seluruh Indonesia. Kita bisa melakukan aktivitas tanpa batas bersama IndiHome. 

Nah, pergunakan internet sesuai dengan kebutuhan kita. Sebagai contoh, untuk dapat menghasilkan tulisan atau artikel Yang baik, maka tulisan itu harus didukung oleh data yang valid dan akurat. Maka saya akan mengumpulkan data dari beberapa sumber. 

Antara lain, pertama adalah data di lapangan (jika saya langsung terjun ke lokasi yang menjadi penunjang artikel. Lalu kedua , data di perpustakaan dari hasil penelitian para ahli. Ketiga, data yang bisa didapat dari internet (dari sumber yang bisa dipercaya). Dengan demikian tulisan kita menjadi berbobot. 

2. Menimba ilmu

Proses belajar dan menambah ilmu berlangsung seumur hidup. Pesan Rasulullah, belajarlah sampai ke negeri Cina. Ini maksudnya adalah kita harus terus belajar walaupun sampai ke negeri yang jauh. Begitu juga dengan pesan, belajar sampai ke liang lahat. Artinya, proses belajar baru berhenti ketika kita mati. 

Karena itu saya tidak pernah berhenti belajar. Saya sadar bahwa kita harus mengikuti perkembangan zaman. Apalagi kemajuan teknologi yang melesat begitu cepat. Dalam internet saja, begitu banyak hal yang bisa kita pelajari. 

Saya melihat bahwa generasi Z, sangat cepat dalam memahami teknologi. Misalnya bagaimana menggunakan tools di berbagai perangkat untuk meningkatkan kualitas konten. Saya tak ragu untuk belajar dari mereka jika saya kurang mengerti. 

Selain itu, saya sengaja menjadi follower akun-akun di Instagram, yang banyak memberi pelajaran teknologi. Baik itu tentang cara membuat foto atau video yang bagus, hingga cara memasarkan produk konten yang kita miliki. Nah, di sini saya menemukan cara mencari cuan dengan membuat beberapa macam konten. 

3. Personal Branding

Tidak kalah penting adalah membangun Personal Branding. Boleh dikatakan ini adalah pencitraan diri sendiri. Misalnya, saya ingin dikenal sebagai apa atau siapa. Kalau ingin dikenal sebagai content creator maka harus dipertajam di situ. 

Kebetulan beberapa hari yang lalu saya mengikuti event I-Talk yang diselenggarakan oleh IndiHome. Narasumber yang dihadirkan betul-betul ekspert di bidangnya. 

Zata Ligauw adalah narasumber yang sudah saya kenal sejak beberapa tahun lalu. Terus terang saya kagum padanya karena karirnya melesat dengan cepat sebagai selebgram. Sekarang ia sering diundang menjadi narasumber, serta diajak kerjasama oleh brand ternama. Followers mbak Zata sudah lebih dari 100.000 orang.

Mbak Zata dengan Personal Branding (dok.pri)

Oleh sebab itu, saya menyimak baik-baik paparan mbak Zata tentang Personal Branding. Bagaimana kita bisa meningkatkan branding diri sendiri sehingga dapat dilirik oleh brand. Kalau kita berhasil, maka cuan akan datang mengalir.

Kelihatannya Personal Branding adalah hal yang mudah, bisa dilakukan siapa saja. Tetapi sebenarnya membutuhkan ketekunan dan konsistensi yang kuat. Kita harus menghindari rasa malas yang membuat kita tidak kontinyu dalam membuat konten. 

#AktivitasTanpaBatas

#InternetnyaIndonesia

#BerkontenRiaBersamaIndiHome

#IndiHomeBlogCompetition


Sabtu, 29 April 2023

Phil and Co Depok, Cafe Dekat Stasiun Depok Lama

 

Nasi bakar (dok.pri)

Eh, ternyata Ada cafe baru yang luput dari penglihatan saya, tak jauh dari Stasiun Depok Lama. Setelah keluar dari Stasiun, lurus saja menuju jalan  Kartini Raya, nah Di deretan ruko sebelah kanan, letak cafe bernama Phil and Co Depok, dengan cat berwarna putih. Seingat saya, dahulu bekas sebuah kafe juga.

Karena penasaran, saya masuk ke dalam. Ruangan cukup luas dan tertata rapi dengan beberapa perangkat meja dan kursi. Kalau yang menghadap keluar, modelnya meja bar yang memanjang. Saya pesan makanan yang sedang dipromosikan yaitu bundling nasi bakar dengan teh manis seharga 30 ribu Rupiah. 

Selain nasi bakar, tersedia juga aneka pastry seperti croissant, hot dog dan sejenisnya. Tapi saya kurang tertarik untuk mencicipinya. Nasi bakar yang disajikan lumayan besar, mengenyangkan. Rasanya juga tidak mengecewakan. Saya tidak menyesal memilih menu ini. 

Di luar, kebetulan sedang turun hujan deras. Jadi saya memang harus berlama-lama Di sini. Untung tersedia WiFi sehingga saya bisa berselancar Di dunia maya sambil menikmati makanan yang saya pesan.

Cafe ini terdiri dari dua lantai. Dua toilet justru berada di lantai dua. Saya numpang sholat di sini. Meskipun sebenarnya belum ada musala. Toh, situasi lagi sepi, ruangan di lantai dua kosong. 

Hujan deras tak jua berhenti, saya akhirnya memesan kopi. Sayangnya tidak jelas yang disajikan kopi berasal dari mana. Barista yang membuat hanya tahu kopi tersebut campuran dari robusta dan arabika.

Saya Di kafe (dok.pri)


#kafe
#depok


Selasa, 28 Februari 2023

Taman Buaya Indonesia Jaya Cikarang, Terbengkalai Tak Terawat

 

Kolam yang penuh dengan buaya di belakang saya (dok.pri)

Ada satu tempat penangkaran buaya di daerah Cikarang, namanya Taman Buaya Indonesia Jaya. Dahulu tempat ini pernah viral, didatangi banyak wisatawan. Jumlah buaya kala itu lebih dari 500 ekor.

Beberapa waktu lalu saya dan teman-teman komunitas ke tempat ini. Kira-kira satu jam dari stasiun Cikarang dengan menggunakan angkot. Cukup beruntung jika tidak terhalang macet. 

Saya dan teman-teman (dok.click)


Di halaman depan ada patung buaya yang sangat besar sebagai ikon Taman Buaya Indonesia Jaya. Dengan membeli tiket seharga Rp.20.000/orang, kami masuk ke dalam. Hari biasa jarang sekali orang yang datang. Kalau wiken lebih ramai.

Kondisi di dalam tampak tak terawat. Kursi-kursi dan tenda untuk duduk-duduk terlihat kumuh dan kusam. Jumlah buaya sekarang ini sekitar 320 ekor. Ada yang usianya sudah 60 tahun dan tubuhnya sangat besar. 

Buaya-buaya ini diberi makan dua Minggu sekali. Kebetulan ketika kami datang, baru diberi makan daging sapi. Selain itu juga diberi makan ayam dan bebek. Bayangkan betapa besar biayanya. Pantas saja jika pengelola merasa kewalahan.

Memang pengelola saat ini adalah anak dari pemilik asli. Sayang sekali sang pemilik sudah meninggal dunia. Jadi si anak kurang maksimal mengurus taman Buaya tersebut. Padahal ini merupakan aset yang langka. 

Kami menyaksikan dua buaya jantan yang berkelahi hingga moncongnya berdarah. menurut pawang buaya, mereka berkelahi memperebutkan wilayah dan buaya betina. Suara mereka menggeram, cukup mengerikan.

Buaya putih (dok.pri)


Hal menarik lainnya, ada buaya putih dan buaya buntung. Kedua jenis buaya ini dianggap keramat. Bahkan ada yang menyampaikan hajat pada buaya-buaya itu dengan membawa ayam atau bebek. 


Senin, 27 Februari 2023

Saung Ranggon, 5 Abad Dalam Sunyi

 

Saung Ranggon (dok.yayat)

Tidak banyak yang tahu tentang Saung Ranggon, obyek wisata tersembunyi di wilayah Cikarang, kabupaten Bekasi. Tempat ini memang tidak menjanjikan apa-apa karena tidak ada fasilitas kekinian. Namun bagi penyuka sejarah dan hal-hal mistis, tentu akan menjadi sangat menarik.

Saya dan sekelompok teman bertandang ke saung Ranggon dengan menyewa sebuah angkot. Saung Ranggon berbentuk rumah panggung terbuat dari kayu Ulin, tetap kokoh berdiri sejak abad 16. Di tengah rerimbunan pohon besar, rumah ini dikelilingi kesunyian.

Saung Ranggon dilindungi pagar besi yang dikunci. Kalau kita mau masuk, harus minta izin pada juru kunci atau kuncen bernama ibu Sri Mulyati. Perempuan berusia 75 tahun ini tinggal di rumah dekat Saung Ranggon. Saya menemui beliau setelah sholat di mushola yang juga berbentuk panggung, di belakang. 

Sinar matahari (dok.yayat)


Ketika pintu dibuka, ruangan di dalam Saung Ranggon tampak remang-remang. Semua dinding ditutup horden, tidak ada sinar matahari yang masuk. Hanya ada dari celah-celah genteng. Lampu yang ada juga tidak begitu terang. Karena itu, suasana jadi terasa mistis. 

Ibu Sri Mulyati menceritakan bahwa rumah ini dibangun oleh kerajaan Siliwangi. Saung Ranggon digunakan untuk menyimpan perbekalan, rempah-rempah dan senjata pusaka untuk melawan Belanda. Rumah ini menjadi tempat rahasia, persinggahan para  pangeran dari kerajaan Cirebon hingga Banten. Di sini juga dilakukan pertemuan untuk mencari strategi melawan penjajah. 

Ibu Sri Mulyati 


Entah kenapa, Saung Ranggon lalu ditinggalkan dan dilupakan. Sehingga rumah ini tertutup oleh belukar dan pepohonan. Beberapa abad kemudian tempat ini ditemukan oleh Raden Abas yang juga keturunan kerajaan Siliwangi. Akhirnya Raden Abas membuka Saung Ranggon dan mendirikan sebuah desa. Dia menjadi penguasa di desa Cikedokan ini. 

Sebagai kuncen, ibu Sri Mulyati merupakan keturunan Raden Abas. Makam Raden Abas beserta keluarga yang lain terletak sekitar satu kilometer dari Saung Ranggon. Meskipun sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, Saung Ranggon tetap dipercayakan pada keturunan Raden Abas. 

Ada sebuah kamar di dalam Saung Ranggon. Kita harus minta izin dahulu untuk memasukinya. Sebuah ranjang kecil berkelambu putih, tempat 25 benda pusaka diletakkan. Antara lain, keris, pedang panjang dan tombak. Saya merasakan aura yang kuat dipancarkan benda-benda tersebut. 

Menurut ibu Sri Mulyati, benda-benda pusaka dimandikan pada malam tertentu seperti malam satu suro dan malam maulid. Saya melihat guci-guci berisi air kembang di sisi dinding. Selain senjata pusaka, ada pula sebutir telur yang usianya juga berabad-abad. Uniknya, telur ini mengeluarkan darah. 

Kamar tempat benda pusaka (dok.yayat)


Ada dua foto lukisan di ruangan tersebut. Pertama adalah gambar presiden pertama RI Soekarno, dan kedua adalah gambar penguasa laut Selatan, Ratu Kidul. Hal ini menambah suasana kamar menjadi seram. Tapi bagi saya biasa saja. 

Banyak orang yang menganggap Saung Ranggon adalah tempat yang keramat. Mereka datang dengan tujuan tertentu, misalnya minta jodoh, jabatan atau kekayaan. Ibu Sri Mulyati mengatakan permohonan mereka rata-rata dikabulkan. Mushola di belakang Saung Ranggon, dibuat oleh orang yang berhasil mendapatkan hajatnya sebagai bentuk terimakasih.

Wallahu alam bisawab. 


#SaungRanggon

#mistis

#misteri

#tempatbersejarah

Jumat, 20 Januari 2023

Melongok Vihara 1000 Patung di Tanjung Pinang

Dari depan (dok.pri)

Sudah pernah ke Tanjung Pinang? Di sini ada banyak vihara lho. Mungkin banyak yang belum tahu, pulau Bintan, Kepulauan Riau,juga memiliki julukan pulau seribu vihara. Di Tanjung Pinang yang merupakan ibukota Kepulauan Riau, ada beberapa vihara yang luar biasa. Vihara terbaru adalah vihara 1000 patung dan menjadi ikon baru Tanjung Pinang. 

Nama asli vihara ini adalah Ksitigarbha Bodhisatta. Karena sulit untuk menyebutnya bagi masyarakat umum maka disebut saja vihara 1000 patung. Di dalam vihara ini memang terdapat 1000 patung yang terbuat dari batu granit muda. 

Vihara 1000 patung pantas menjadi ikon baru Tanjung Pinang. Baru kali ini saya melihat vihara yang megah seperti tembok besar Cina. Dari pusat kota Tanjung Pinang, meluncur 15 menit dengan kendaraan pribadi. Lokasinya ada di jalan Asia-Afrika KM 14 (kalau di sana KM = batu).

Masuk ke dalam vihara harus membeli tiket, murah kok, cuma lima ribu Rupiah per orang. Sebaiknya ke sini pagi karena cuaca cenderung panas menyengat.Maklum udara di kepulauan, biasa begini. 

Patung Budha dilihat dari atas (dok.pri)

Untuk masuk ke dalam vihara yang menyerupai benteng, harus memutari patung Budha tersebut. Pintu masuk ada di belakangnya. Benteng ini mengingatkan saya pada film-film kolosal Cina, film-film kungfu yang menggambarkan kehidupan kerajaan. Mungkin kita bisa membuat film semacam itu dengan berlokasi di vihara ini.Dari belakang, tembok besar tadi juga bisa difoto dengan sangat bagus.

Sebetulnya ada tangga batu untuk naik ke atas. Saya tadinya mau naik dan mengambil foto dari atas, tapi ternyata pintu pagar dikunci gembok. Ya sudahlah, tak boleh memaksa.

1000 patung (dok.pri)


Selanjutnya memperhatikan 1000 patung yang berjejer di balik pagar besi. Kita tidak boleh ke area mereka, cukup melihat dari balik pagar. Kuatir ada tangan-tangan nakal yang kemudian merusak patung Budha yang berbaris rapi. Mereka tidak sebesar patung Budha yang ada di depan. Besarnya hanya lebih sedikit dari manusia.

Patung-patung itu sumbangan dari para jamaat. Satu orang menyumbangkan uang untuk satu patung. Di bawah patung ada batu yang bertuliskan nama orang yang menyumbang. 

Uniknya, patung-patung ini harus dibuat oleh gadis-gadis yang belum menikah di Cina. Ini sebuah mitos yang tidak boleh dilanggar, kalau tidak akan membawa sial. Patung-patung itu kemudian dibawa menggunakan kapal laut. 1000 patung disebut juga Arahat.

Pembangunan vihara ini memakan waktu yang cukup lama. Dimulai pada tahun 2004 dan baru dibuka untuk umum pada tahun 2016. 

Dari kejauhan (dok.pri)



Kamis, 19 Januari 2023

Perlukah Latihan Siaga Bencana?

Latihan memanjat pohon dengan tali (dok.pri)

Gaes, kita harus selalu ingat kalau Indonesia tuh merupakan negeri rawan bencana. Yup, sebagai negara yang dijuluki negeri cincin api, dipenuhi gunung berapi yang bisa meletus kapan saja. Belum lagi wilayahnya dua pertiga adalah lautan yang di bawahnya ada lempengan bumi. Banjir, gempa dan tsunami seolah menjadi langganan rakyat Indonesia.

Coba kita perhatikan, dalam beberapa bulan pasti ada saja bencana alam yang terjadi. Sayangnya masyarakat tidak pernah siap menghadapi hal ini. Padahal sudah sering diberitakan oleh berbagai media massa dan media sosial. Pemerintah pun kerap mengingatkan berulang kali. Kok seperti masuk telinga kiri keluar telinga kanan.

Nah, untuk yang memiliki kesadaran dan kecerdasan, apakah pantas berdiam diri? Sepatutnya kita memaksimalkan kemampuan untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam. Misalnya dengan mengikuti mitigasi bencana alam.

Pada bulan lalu sebelum berakhirnya tahun 2022, saya mengikuti pelatihan Jurnalis siaga bencana yang diadakan oleh DMC (Disaster management center Dompet Duafa). Pelatihan di tepi sungai Cisadane, Sukabumi selama dua hari. 

Dari markas DMC di Pondok Ranji, kami meluncur ke area perkemahan di tepi sungai Cisadane. Sungai ini terlihat jinak karena beberapa hari tidak turun hujan. Padahal kalau hujan deras terus menerus, bakal membanjiri kota Tangerang. 

Area kemping di tepi sungai Cisadane (dok.pri)

Ternyata cuaca cerah berubah mendung, hujan mulai turun meski tidak lebat. Hari pertama ini kami belajar membuat simpul tali yang digunakan untuk menolong korban bencana alam.  Setelah itu mengenali pohon-pohon yang bisa dijadikan tonggak untuk mengikat tali. Supaya aman dan kuat, tali diikat ke dua pohon.

Kami juga dilatih untuk membawa korban bencana alam melewati sungai Cisadane, dengan tali yang sudah dipasang pengait dobel. Korban diletakkan di tandu yang kemudian dikerek dengan menggunakan tali. Selain itu, latihan juga menaiki pohon tinggi dengan menggunakan tali, ternyata ini sangat berat. Hanya tiga orang yang mampu sampai ke atas.

Tali untuk membawa korban melintasi sungai (dok.pri)


Malam hari, diisi dengan penjelasan melalui teori dan contoh.  Penyelematan korban, tidak hanya untuk bencana alam, tapi juga bila kita melihat kecelakaan di jalan. 

Esok paginya setelah sarapan dan senam, kamu latihan melakukan pertolongan kepada korban yang hanyut di sungai. Alat yang diandalkan adalah tali dan ban atau benda yang bisa mengapung. Baru tahu kalau kita tidak boleh cepat-cepat menceburkan diri ke sungai, karena justru bisa menjadi korban berikutnya. 

Kita harus prediksi dahulu kecepatan korban hanyut. Lalu lari di pinggir sungai sambil mengikuti korban sambil mengingatkan agar siap diberi pertolongan. Setelah tali dan ban dilempar dan tertangkap korban, baru kita menghampiri dengan berenang. 



Kegiatan ditutup dengan melakukan arung jeram. Seru dan menegangkan karena yang memegang kendali perahu karet sengaja nge-prank kami agar terbentur bebatuan atau basah terciprat air.