Selasa, 15 September 2020

Yang 'Nyeni' di Art Cafe Depok



 Ada satu kafe yang agak tersembunyi letaknya. Kafe ini tidak berada di jalan utama Margonda, melainkan di jalan Pemuda, kawasan Depok lama. Tetapi tempat ini mudah dicapai dari jalan Siliwangi, setelah RS Hermina dan Pom bensin, ada petunjuk jalan belok kanan ke Pemuda, hanya 50 saja.

Karena tadinya merupakan bangunan lama (banyak bangunan peninggalan Belanda), kafe ini memiliki halaman yang sangat luas. Halaman depan digunakan untuk parkir mobil. Jangan kaget jika melihat patung aluminium yang mirip dengan Hulk. Namanya juga Art Cafe, banyak benda seni di sini. 



Kita bebas memilih tempat mau makan di sebelah mana. Koridor samping dengan meja makan dan bangku kayu panjang atau teras samping yang paralel dengan halaman luas. Halaman itu masih ditumbuhi tanaman besar, seperti pohon rambutan, mangga dsb. Kita bisa main bola tangan di rerumputan.

Tapi kalau senang yang lebih formal, pilih meja dekat tempat pemesanan makanan. Bagi saya tempat ini kurang menarik meski banyak aksesoris benda seni dan jadul. Saya senang ruang yang lebih terbuka dengan pemandangan halaman, maka saya pilih teras samping.



Untuk jenis makanan, lebih banyak menu western. Lidah saya sih oke banget buat makanan seperti ini. Saya pesan sandwich, lengkap dengan French fries yang harganya 45 k. Yah, memang soal harga agak mahal untuk kantong mahasiswa. Burger juga harganya 39 K. Rasanya tidak mengecewakan.



Karena suasana sepi dan tenang, saya betah berjam-jam di sini. Bahkan foto -foto di halaman dengan bantuan kru kafe. Tempat ini cocok untuk menggali imajinasi bagi penulis seperti saya.

Kalau malam juga romantis karena ada lampu-lampu temaram yang dipasang di halaman. Maka pasangan muda pun menyukainya.



Senin, 07 September 2020

Warung Kopi Nako Depok, Tongkrongan Kawula Muda

 


Ada tempat ngopi yang asyik di Margonda Depok. Lokasinya strategis banget, dekat lampu merah yang ke arah jalan Siliwangi, tapi yang ke arah kantor walikota. Namanya Warung Kopi Nako.

Walaupun namanya warung, tapi tempat ini cukup luas, terdiri dari dua bangunan. Bangunan yang satu khusus untuk kedai kopi dan satunya lagi untuk tempat makan. Di sini tersedia masakan Indonesia yang disajikan secara prasmanan. Namun sebetulnya kita bebas mau makan di sebelah mana. Lantai dua ada ruangan ber AC yang bisa digunakan untuk ruang pertemuan.



Kalau saya mau makan, maka saya ke bangunan yang kedua ini. Dan saya lebih suka tanpa AC karena sudah banyak angin. Viewnya jalan Margonda raya dengan bangunan apartemen di seberang. Sedangkan ruangan ber AC, viewnya adalah perkampungan penduduk di belakang.

Sebaliknya jika saya mau ngopi, saya pindah ke kedai kopi. Memang tidak sebesar bangunan untuk makan tapi lantai satu dan lantai dua ber AC. Ada berbagai macam jenis kopi kekinian dengan rate harga standar 18 ribu ke atas. Sedangkan makanan cemilan aneka roti dll.

Tetapi ada alternatif menikmati kopi di halaman, teras, samping atau belakang kedai kopi. Di bagian teras dan samping kedai tersedia bangku-bangku yang terbuat dari kayu. Sedangkan di bagian belakang justru meja dan kursi terbuat dari bata yang disemen, meski begitu ada tanaman untuk memperindah serta dua perangkat meja kursi dari besi.



Warung Kopi Nako ini merupakan cabang dari yang ada di Bogor yang telah beberapa tahun beroperasi. Sedangkan warung kopi Nako Depok, baru setahun dibuka. Tapi animo masyarakat cukup tinggi.

Jika anda datang untuk makan siang, warung kopi ini penuh terisi para karyawan yang bekerja di sekitar Margonda raya. Sementara kalau sore, banyak anak-anak muda yang nongkrong minum kopi.

Kopinya enak, sesuai selera saya. Begitu pula makanan yang disajikan. Oh ya, untuk makan nasi tersedia paket yang lebih murah. 



Kamis, 16 April 2020

Menikmati Suasana Eropa di Farm House Susu Lembang


Bandung memang terkenal dengan pariwisata yang seabreg. Baik itu wisata alam maupun wisata kuliner. Hanya Bandung, yang dapat menyaingi perkembangan wisata seperti di Yogyakarta, sangat pesat.

Salah satunya adalah Farm House Susu Lembang. Lokasi strategis di jalan raya Lembang no. 108. Obyek wisata ini sudah diresmikan atau dibuka sejak bulan Juli 2015; yang lalu. Farm House Susu Lembang ini masih satu grup dengan  D'Ranch, Floating Market Lembang, Rumah Sosis dan Asia Afrika.

Tidak heran jika sistem penjualan tiket juga sama. Harga tiket 25 ribu per orang, bisa ditukar segelas susu atau sosis bakar yang enak. Kalau saya pilih minum susu biar sehat.

Apa saja yang ada di Farm House Susu Lembang? Memasuki gang utama ada air terjun kecil, buatan sih tapi terlihat indah dan asri. Di situ saya duduk menikmati segelas susu hasil tukar tiket.


Berjalan ke dalam kita akan temukan taman bunga yang tidak begitu luas tetapi indah dipandang mata karena perpaduan warnanya, ada merah, kuning, hijau dsb. Setelah itu ada sumur ajaib yang menjadi spot foto para pengunjung.

Kemudian, melewati lorong pendek beratap dedaunan, belok ke gang. Di sebelah kanan ada miniatur rumah susu, lengkap dengan kaleng susu besar di depan. Rumah ini model Inggris atau Belanda.



Berjalan lagi 20 meter ada toko souvernir yang menjual aneka cinderamata. Toko itu sejajar dengan pintu masuk ke hutan Pinus yang pagarnya penuh gantungan gembok cinta. Sepertinya banyak pasangan yang mengabadikan momen cintanya di sini.



Kembali ke depan, saya membeli roti yang murah dan enak, fresh from the oven, di toko roti sebelah mushola. Lalu membeli es krim di toko yang ada di bawah ruang penyewaan baju ala Belanda.



Ada restoran yang menyajikan berbagai masakan ala Barat maupun Nusantara. Tapi setelah saya lirik, harganya cukup mahal, jadi saya cuma lihat-lihat saja hehe.

Nah, ternyata setelah itu ada lokasi taman yang agak naik, dengan beberapa jajanan seperti bakso, somay dll. Harganya cukup ramah di kantong. Saya memilih di sini, bisa duduk santai sambil melihat pemandangan.

Usai terkantuk-kantuk di tempat tersebut, saya turun, ada lokasi melewati menarik di belakang restoran, jejeran rumah replika Eropa. Setelah itu keluar lalu melihat  peternakan sapi, kambing dan ada juga hewan lainnya. Ada bau menyengat di sini.

Setelah kebun binatang mini tersebut, barulah saya keluar. Apalagi cuaca berubah mendung. Sayapun kembali ke penginapan di pesantren.


Minggu, 08 Maret 2020

Asyik, Ada Chicking di Margonda Depok


Sudah lama tidak menikmati nasi briyani dari restoran cepat saji Chicking. Saya baru tahu kalau ternyata sudah ada cabang di Margonda Depok. Wah, langsung saya cuzz ke sana dengan seorang teman.

Letaknya sangat strategis dan mudah ditemukan, yaitu di Theather Margonda Depok. Lokasi di belakang sehingga agak kurang terlihat dari depan. Tapi setelah menyeberangi lahan parkir, tampaknya tulisan berwarna kuning dalam dua versi, Indonesia dan Arab.



Chicking memang franchise asal Dubai. Karena itu makanan yang disajikan adalah cita rasa Timur Tengah. Makanan khas yang paling endeus adalah nasi biryani itu. Tapi lauknya dipadu dengan ayam bakar madu, pas banget.

Untuk melepas kangen, menu itulah yang saya pesan. Porsinya juga pas banget untuk kita-kita, warnanya kuning dengan rempah-rempah yang kuat, gurih dan memanjakan lidah. Memang nasi ini khusus dibuat dari beras Basmati yang tidak ada di Indonesia.



Tapi saya juga ingin mencicipinya pizza ala Chicking ini. Maklum saya adalah penggemar berat pizza. Maka datanglah satu loyang pizza yang ukurannya cukup besar. Topping daging berlimpah dengan keju mozzarella yang meleleh. Aduh, saya tidak dapat menahan diri.

Ternyata pizza ini juga tidak kalah dengan restoran Italia, rotinya tipis dan renyah, sedangkan toppingnya padat. Porsi pizza ini akan membuat dua orang kekenyangan. Apalagi jika ingin mencicipi menu lain, pasti perut tidak muat. Bagi yang suka kebab, tersedia juga dengan dibungkus kertas wrap.



Dan yang saya sukai, harga makanan dan minuman di sini sangat terjangkau. Nasi biryani itu hanya 14 K. Sedangkan pizza itu 57 K. Jus jeruk hanya 7 K dan kopi Arab hanya 10 K. Kita makan bertiga sampai kekenyangan juga paling habis 100 K.

Nah, saya berniat untuk kembali lagi di lain waktu. Soalnya ada menu yang belum saya coba. Kamu mau ikut? Dijamin ketagihan deh.


Kamis, 27 Februari 2020

Catering Sehat dan Higienis, Percayakan Pada Fleudelys Cathering



Bisnis katering menjadi satu bisnis yang banyak digandrungi masyarakat. Bisnis Katering merupakan bisnis yang akan terus ada karena kebutuhannya yang terus meningkat. Dengan kualitas dan rasa terbaik serta sajian yang bersih, tentu bisnis catering semacam ini akan menjadi pilihan utama masyarakat.

Nah, ternyata hal itu juga yang menjadi keyakinan Fleudelys untuk merambah dunia katering. Fleudelys telah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam olah rasa sehingga tercipta pelanggan yang setia dan merekomendasikan kepada masyarakat.

Semalam, Jumat 28 Februari adalah launching Fleudelys Catering. Bertempat di convention hall Grand Slipi, sejumlah tamu undangan hadir, termasuk media dan para blogger.



Dalam kesempatan itu, Anang Sanjaya, Direktur Utama Fleudelys Catering menyampaikan bahwa visi mereka adalah menyajikan kuliner yang sehat dan higienis. Dengan konsisten terhadap hal itu, maka Fleudelys Catering mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Fleudelys Catering mengedepankan profesionalisme. Chef yang ahli di bidangnya, disiplin dalam bekerja serta manajemen yang baik. Sehingga tidak ada yang dikeluhkan oleh para konsumen atau pelanggan.

Fleudelys Catering bukan pemain baru dalam bisnis kuliner. Fleudelys mengawali bisnis kulinernya dengan konsep reastaurant pada tahun 2017 di bilangan Kota Wisata Cibubur, Jakarta Timur dan Café di Bandara International Soekarno Hatta. Rasa yang lezat dan pelayanan terbaik, Fleudelys Catering hadir untuk masyarakat luas dengan kelas menegah ke atas dan harga terjangkau.

Fleudelys Catering hadir dengan mengusung konsep healthy and hygiene food dengan tim yang sudah berpengalaman dalam bidang food and beverage. Fleudelys Catering lahir dengan konsep catering modern dengan cita rasa masakan Nusantara, Asia dan Western dan menyasar pada segmen pasar middle up dengan standar kualitas catering premium.

Bisnis kuliner yang terus berkembang dan memiliki prospek yang sangat bagus, membuat Fleudelys memiliki ide untuk mengembangkan bisnis catering ini terus konsisten dalam industri makanan.  Sajian menu yang variatif sesuai dengan selera pasar yakni Indonesian food, Asia dan Western dengan cita rasa yang otentik dan sudah pasti memiliki rasa yang memuaskan pelanggannya.

Fleudelys menyajikan berbagai aneka jenis produk catering untuk premium menu, buffet, stall, set menu dan staff meal. Dalam launching yang dislaksanakan Jumat 28 Februari 2020 ini, Fleudelys menghadirkan konsep Food Festival Fleudelys menjelajah rasa, yakni menyajikan menu yang akan menjadi brandnya ke depan yakni menu Nusantara, Asia dan Western. Konsep food festival disajikan untuk mengenalkan berbagai masakan Fleudelys.

“Saya berharap dengan hadirnya fleudelys catering ini dapat mewarnai bisnis kuliner di Indonesia, sesuai visi fleudelys catering adalah menjadikan bisnis catering yang terpercaya untuk menghasilkan kepuasan rasa konsumen yang menjadi prioritas kami.  Dengan meningkatkan profesionalisme, produktifitas dan efisiensi untuk mencapai kepuasan pelanggan dengan ketepatan waktu dan pelayanan prima,”  ungkap Anang Sanjaya - Direktur Utama Fleudelys Catering.

Fleudelys Catering akan terus memberikan pelayanan terbaik dan rasa yang bisa memuaskan setiap konsumennya. Menjaga kebersihan dan bahan yang segar menjadi perhatian khusus Fleudelys Catering dalam memberikan yang terbaik kepada konsumen dan para pelanggannya.



Setelah seremonial selesai, saya dan teman-teman langsing menyerbu  aneka makanan yang disajikan. Masakan pertama yang saya nikmati adalah empal gentong. Maklum, ini adalah kuliner terkenal dari daerah Cirebon . Wah, ternyata maknyus, enak banget. Jujur ini adalah empal gentong paling enak yang pernah saya rasakan.



Masakan kedua yang saya cicipi adalah nasi liwet. Tahu sendiri dong, kuliner ini ada di daerah asal saya, Yogyakarta. Lauknya lengkap, gudeg sambel krecek, opor, tahu tempe bacem, telor, peyek. Serasa pulang kampung jadinya. Cita rasanya mirip dengan yang ada di kota kelahiran saya itu.



Berikutnya saya ikut mengantri tenderloin. Ini yang paling panjang antriannya. Rupanya banyak yang menjadi penggemar steak, termasuk saya.  Chef terlihat sangat lihai membolak-balik irisan daging di atas pan. Sausnya yang sarat dengan bumbu sudah disiapkan. Begitu pula kentang dan sayuran sebagai pelengkap. Tenderloin ini patut diacungi jempol.

Kalau suka pasta, disajikan pula spaghetti bolognese dan fettuchini yang dimasak langsung di tempat. Saya suka pasta, tapi karena perut sudah kekenyangan, maka saya harus mengendalikan diri.



Selain itu ada juga Thai Suki, untuk mereka yang menyukai masakan dari Thailand.  Lagi-lagi saya tidak bisa mencicipi karena perut sudah penuh.



Masakan Nusantara yang lain adalah tekwan dan coto Makassar. Beberapa teman yang mencoba masakan ini mengatakan bahwa cita rasanya juga lezat, sama sekali tidak mengecewakan.

Jangan lupa setelah menu makanan utama, masih ada dessert aneka kue dan puding. Semuanya sangat menggoda, rasanya ingin dimakan satu persatu. Apa daya sudah tak sanggup lagi menyantap. Saya hanya mengambil asinan dan buah yang segar.


Rabu, 19 Februari 2020

Dinner Exlusive di Oma Elly Kitchen



Sebenarnya saya tidak pernah menyangka akan mendapat kesempatan untuk makan malam eksklusif di Oma Elly Kitchen. Soalnya Oma Elly Kitchen itu terkenal sebagai rumah makan kalangan elite dengan ciri khas masakan Italia. Jangan tanya harganya ya.

Tetiba saya mendapat rejeki Give away dari Avania  Residence yang bekerja sama dengan Oma Elly Kitchen. Saya mendapat exlusive private dinner senilai dua juta Rupiah untuk dua orang. Kebayang kan senangnya.

Nah, pada hari H saya mengajak teman blogger, Monovalen ke Oma Elly Kitchen yang letaknya di sudut jalan Halimun dan Sultan Agung. Tempatnya sungguh tidak saya sangka. Perkiraan semula adalah restoran yang besar dan luas. Ternyata berada dalam gedung perkantoran dengan bentuk umum.



Oma Elly Kitchen berada di lantai satu. Dari parkiran basemen naik tangga dua kali. Saya sudah ditunggu karena memang sudah pesan tempat beberapa hari sebelumnya. Saya memasuki sebuah dapur ala Italia, bukan restoran besar. Hanya dua meja yang tersedia untuk makan bersama. Satu meja sudah diisi empat orang wanita. Dan satu lagi saya dan Monovalen.



Meja makan segi empat terbuat dari besi atau baja ringan, yang jelas seperti alumunium. Tas diletakkan di kolong meja. Satu set piring sudah tersedia di atasnya. Piring dan pisau garpu selalu diganti setiap satu jenis masakan selesai disantap.



Pantas saja dinner ini eksklusif dan harus pesan jauh-jauh hari, sebab memang sengaja dibatasi. Yang ditonjolkan adalah suasana dapur ala Italia yang besar dan lengkap. Satu orang Chef keturunan Italia menyambut saya dengan ramah. Ia dibantu empat Chef orang Indonesia.



Ini adalah makanan pembuka yang mirip puding tetapi dengan taste berbeda. Rasanya mungkin agak janggal di lidah orang Indonesia. Rasa asin mendominasi dengan paduan keju dan susu. Topingnya agak pedas. Saya lupa namanya, karena dalam bahasa Italia, sulit ditangkap oleh telinga.


Ada enam menu yang disajikan untuk kami. Dan semua dimasak satu persatu. Selama menunggu kami diberi makanan pembuka yang unik rasanya. Sajian pertama adalah Oxtail dengan jamur dan keju mozzarella.

Tak lupa ada pasta, Ricci Di Mare yaitu spaghetti buatan sendiri. Porsinya hanya separuh yang kita makan di restoran lain, diletakkan di piring dan dibentuk membulat seperti stupa. Rasanya juga sangat kuat dengan keju, asin dan gurih.



Setelah itu suguhan berikutnya adalah Parmigiana, yaitu steak yang menggunakan daging wagyu yang diimpor dari Australia. Campurannya adalah buratta dan truffle. Berhubung saya suka steak, maka saya tak ragu memakannya.vsteak ini cukup enak, memenuhi selera saya.



Tapi ternyata setelah itu ada steak yang lebih enak, namanya Katsu Sando. Nah, pasti heran dengan nama itu. Yup,  steak ini menggunakan daging wagyu yang diimpor dari Jepang, wagyu tenderloin dan shonkupan. Ada campuran rasa manis dari bumbunya. Kayaknya ini yang paling pas untuk lidah orang Indonesia.  Steak ini delicious, enak banget. Saya beri nilai sembilan.



Ada cerita yang menarik tentang kentang yang digunakan dalam masakan Italia. Kentang itu ditanam dalam dalam di tanah yang mencarinya harus menggunakan anjing khusus. Karena itu kentang itu mahal harganya dan punya cita rasa yang khas. Chef memarut kentang berwarna merah marun itu langsung di depan tamu (saya).



Menu yang disajikan kelihatan kecil ukurannya, tapi sebenarnya padat dengan isi. Soalnya mengandung isi daging sapi impor yang kualitasnya nomor satu.

Kedua steak tadi sudah membuat kami kekenyangan. Namun masih ada dessert yaitu Olive oil and Rosemary cake. Kue ini juga sangat lezat, apalagi dilengkapi dengan gelato.



Sajian terakhir adalah tiramisu cake. Aduh, ini kebangetan enaknya. Kue ini disajikan di atas piring dengan taburan biji kopi di sekelilingnya. Tiramisu ini memang terbuat dari biji kopi pilihan. Selain itu, Chef memberikan sentuhan fantastis dengan kebulan asap dari biji kopi yang disiram sesuatu.

C'est magnifique!




Kamis, 13 Februari 2020

Film Toko Barang Mantan: Kalau Kenangan Pahit Bisa Diuangkan, Kenapa Tidak?



Kamu pernah putus hubungan asmara dengan seseorang? Kalau ya, masihkah menyimpan barang-barang pemberian si dia? Biasanya, orang yang melow suka menyimpan kenang-kenangan sebagai bukti sebuah kisah di masa lalu.


Kisah asmara di masa lalu ada yang merupakan kenangan pahit, ada juga yang merupakan kenangan manis. Kalau itu menjadi kenangan pahit, untuk apa kita menyimpan barang dari si dia? Toh hal itu membuat kita gagal move on.



Nah, ada ide menarik agar barang mantan dijual saja. Kita dapat keuntungan, bisa move on dan uang hasil penjualan barang tersebut. Ide itu tertuang dalam film Toko Barang Mantan yang dibintangi oleh Reza Rahadian dan Marsha Timothy. Di sini peran Reza sebagai Tristan, mantan playboy kampus yang berhasil menggaet Laras (Marsha Timothy) menjadi pacarnya.

Hubungan mereka tidak bisa dijelaskan, tanpa kepastian dan bubar begitu saja. Karena itulah Tristan melarikan kegagalannya dengan mendirikan Toko Barang Mantan yang justru mempertemukan dia kembali dengan Laras.



Banyak adegan kocak di film ini, peran dua rekan Tristan yang membantu mengelola Toko Barang Mantan sangat menonjol, sederhana tapi kuat. Begitu pula pengisi adegan para penjual dan pembeli yang datang ke toko itu.

Reza Rahadian sekali lagi membuktikan bahwa ia adalah pemain watak yang bagus. Dia bisa menjadi cowok yang cuek, padahal hatinya melow. Reza bisa saling mengisi dengan Marsha Timothy, menyesuaikan diri dengan karakter apapun yang menjadi tuntutan skenario.



Ada beberapa hal yang agak janggal dalam film ini, tapi bisa ditutupi dengan kekuatan adegan pemain. Film ini bergei komedi romantis, sukses membuat gelak tawa dari awal sampai akhir. Romantisme film ini hanya terlihat pada bagian akhir.

Namun secara keseluruhan, film ini memberikan pelajaran mengenai hubungan cinta. Terutama untuk para cowok yang merasa gengsi menyatakan perasaannya. Sesungguhnya tidak ada yang remeh dalam pernyataan cinta, karena itu berasal dari lubuk hati yang terdalam.



Saya jadi berpikir, mungkin Toko Barang Mantan bisa direalisasikan. Berapa banyak orang yang akan menjual? Hal itu menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk diketahui. Kalau saya sendiri, tidak suka menyimpan kenangan pahit, lebih baik dibuang atau dibakar.

Kalau kamu gimana?

#CewekButuhKepastian

Minggu, 09 Februari 2020

Meriahnya Cap Go Meh Bogor 2020



Pada hari Sabtu, 8 Februari 2020, kota Bogor dipadati oleh masyarakat. Terutama di jalan Suryakencana, seberang pintu gerbang Kebun Raya. Di tempat itulah pusat perayaan Cap Go Meh yang menjadi agenda wisata setiap tahun, jatuh pada 15 hari setelah hari raya Imlek.



Semenjak pukul 12 siang, jalan Suryakencana telah ditutup untuk semua kendaraan. Di depan pasar berdiri panggung utama untuk para pejabat dan tamu undangan yang hadir. Sedangkan di Vihara Dhanagun, telah dipenuhi dengan para pendukung dan kontributor acara. Di Vihara Dhanagun sudah ramai sejak pagi.



Saya dan teman-teman pegiat medsos, blogger dan vloger mendapat kesempatan untuk meliputi acara akbar tersebut. Perlu diketahui, Cap Go Meh Bogor Street Festival berhasil masuk dalam 100 agenda nasional sebagai ajang budaya dan wisata.



Saya datang sekitar pukul satu siang. Jalan raya sudah macet dengan animo masyarakat menuju pusat kegiatan. Sesampainya di Vihara, saya langsung masuk ke dalam. Di sana disediakan lontong cap go meh untuk santapan para pendukung acara. Lumayan untuk mengisi perut yang lapar karena memang belum makan sejak pagi. Setelah itu barulah menemui teman-teman yang lain.



Acara dimulai sejak pukul dua siang, walaupun para tamu terhormat belum datang. Masyarakat yang haus tontonan disuguhkan atraksi seni dari beberapa komunitas. Ada tarian, pencak silat dan pawai. Di beberapa panggung kecil, ada pemain gamelan, angklung dan juga musik lainnya.



Setelah Ashar, para pejabat mulai berdatangan. Pertama tentulah tuan rumah, Bima Arya, Walikota Bogor. Ia didampingi pejabat setempat seperti Kapolres, ketua panitia dll. Acara resmi dimulai setelah kedatangan Fiber Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Menteri Pariwisata, Whisnutama. Doa bersama, dipimpin oleh pemuka agama dari enam tokoh agama di kota Bogor.



Tarian selamat datang adalah adat yang selalu disuguhkan dalam setiap acara. Tarian ini juga menggambarkan persatuan semua golongan. Para tamu utama diajak menari di depan panggung sebagai lambang pembauran. Kemudian penampilan Barongsai suci yang dipercaya sebagai penjelmaan Dewa.



Atraksi yang menarik perhatian adalah ondel-ondel milenial, yang dominasi dengan silver metalik. Tinggi ondel-ondel ini hampir tiga meter, digambarkan sebagai keluarga, ada ayah, ibu dan tiga anak. Walaupun satu orang yang membawa satu ondel-ondel, tetap bisa menari diiringi musik dan lagu berirama Sunda.



Lalu ada drumband yang cukup apik, dibawakan oleh para taruna yang gagah. Mereka mengenakan kostum macan atau harimau belang, yang menjadi ikon pasukan Siliwangi Jawa Barat.



Sedangkan pawai diikuti oleh beberapa komunitas, instansi dan Pemda sekitar Bogor. Ada banyak yang ditampilkan, seperti ondel-ondel egrang, ogoh-ogoh, ondel-ondel petani, dll. Mereka diserbu masyarakat untuk berfoto.



Acara ini begitu meriah karena didukung oleh 7450 orang dari berbagai kalangan, termasuk para pegiat medsos, blogger dan vloger. Kami senang dan puas melihat ribuan orang begitu antusias menyaksikan acara budaya ini. Cap Go Meh Bogor Street Festival memang menjadi ajang pemersatu bangsa.